
PEKANBARU – Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PAN, Nofrizal, menyoroti lonjakan jumlah perantau yang datang ke Pekanbaru setelah perayaan Idulfitri. Fenomena ini dinilai sebagai pola tahunan yang terus berulang.
“Ini memang fenomena tahunan. Tapi harapan kita, mereka yang datang itu punya skill atau kemampuan, minimal punya terobosan baru. Jangan hanya datang untuk coba-coba,” kata Nofrizal, Selasa (30/3/2026).
Menurut dia, Pekanbaru sebagai ibu kota Provinsi Riau masih menjadi tujuan utama masyarakat dari berbagai daerah untuk mencari peluang ekonomi. Namun, ia mengingatkan agar para pendatang tidak datang tanpa persiapan yang jelas.
Nofrizal menilai, peluang ekonomi tidak hanya tersedia di kota. Di daerah asal, sektor seperti pertanian masih memiliki potensi besar jika dikelola secara serius.
“Kalau selama ini mereka bertani di daerah, seharusnya itu bisa lebih difokuskan. Tidak harus semua ke kota,” ujarnya.
Ketua Fraksi PAN DPRD Pekanbaru ini juga menekankan pentingnya kelengkapan administrasi bagi para pendatang. Ia meminta setiap perantau yang masuk ke Pekanbaru memiliki identitas resmi, seperti kartu tanda penduduk, untuk memudahkan pendataan.
“Yang penting mereka datang itu membawa legalitas lengkap. Kadang-kadang mereka ini berpindah-pindah dan akhirnya berdomisili di Pekanbaru. Itu harus jelas identitasnya,” kata dia.
Ia mengingatkan, tanpa identitas dan kemampuan yang memadai, para pendatang berpotensi menimbulkan persoalan sosial di kemudian hari.
“Jangan sampai nanti datang tanpa identitas, tanpa kemampuan. Akhirnya justru menjadi penduduk yang tidak diharapkan,” ujarnya. ***