SELATPANJANG, GORIAU.COM - Ketidakstabilan ekonomi saat ini membuat was-was banyak pihak. Warga Desa Lukun Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kepulauan Meranti, Riau, misalnya, mereka menggarap lahan tidur untuk dijadikan tempat bercocok tanam.
Pantauan GoRiau, warga Desa Lukun yang rata-rata kaum hawa itu terlihat membersihkan lahan lebih kurang setengah hektare. Lahan perkebunan sagu itu rencananya akan diolah untuk tanaman palawija.
Dibantu dari pihak desa dan TNI, perempuan-perempuan itu terlihat bersemangat membersihkan lahan. Sementara untuk laki-laki membantu menggemburkan tanam dengan handtracktor.
Kepala Desa Lukun, Lukman, kepada GoRiau mengatakan upaya pemanfaatan bekas lahan kebun sagu itu untuk memperkuat ketahanan pangan. Sebab, disaat perekonomian seperti sekarang ini, sangat tidak etis rasanya jika hanya berdiam diri. "Lahan ini kita olah untuk palawija," kata Lukman.
Kata Lukman lagi, untuk tahap pertama ini, mereka akan mengolah sekitar setengah hektare lahan saja. Kemudian, secara bertahap mereka akan memperbesar area tanaman palawija itu.
"Kendala kita paling masalah hama. Apalagi ini dekat hutan, kita harus menyiapkan betul agar tanaman tidak dirusak oleh babi," kata Lukman lagi.
Guna memaksimalkan upaya ketahanan pangan ini, Desa Lukun menggandeng terus PPL dari Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan.
PPL Desa Lukun, Mahyudin, mengatakan selain ancaman hama babi, juga ketersediaan air. Sebab, saat ini masuk ke musim kemarau. Dimana, sulitnya ditemukan sumber air. Kalaupun ada, itu jaraknya sangat jauh.
"Kalau untuk tanah, tanaman bisa menghasilkan jika dikelola dengan baik," ujar Mahyudin.
Saat menggarap lahan tidur itu, terlihat juga Babinsa Kecamatan Tebingtinggi Timur, Sembiring.
(zal)