
PEKANBARU, GORIAU.COM - Untuk pertama kalinya, Riau menggelar Jambore Kominitas Adat Terpencil (KAT) tahun 2013,. Kegiatan yang merupakan upaya penguatan masyarakat daerah terpencil itu dimulai hari ini dan ditandai dengan pembukaan yang berlangsung di Gedung Daerah Provinsi Riau, Senin (21/10/2013).
Hadir dalam acara tersebut Gubernur Riau yang diwakili Sekda Prov Riau Drs Zaini Ismail dan sejumlah kepala dinas dan badan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, Camat Pinggir Kabupaten Bengkalis, para tokoh KAT sekaligus peserta jambore KAT Provinsi Riau.dan sejumlah undangan lainnya.
Ketua Umum BK3S Provinsi Riau Dra Hj Septina Primawati Rusli MM mengatakan, ini merupakan kegiatan yang pertama dan merupakan tindak lanjut kalau tahun lalu yang dilaksanakan BK3S Provinsi Riau, dimana  dalam pertemuan itu para peserta Ingin pertemuan itu tidak hanya sekali tapi ada pertemuan-pertemuan selanjutnya sehingga saat ini kami taja Dalam bentuk jambore.
''Untuk itu, kami sangat berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan kebaikan yang sebesar-besarnya bagi para peserta,'' ujarnya.
Semula kegiatan ini akan dihadiri oleh sebanyak 135 peserta utusan 9 kabupaten kota se-Provinsi Riau, namun menjadi lebih karena ada kabupaten yang mengirim lebih dari 15 orang sesuai dengan permintaan dari panitia,
Gubernur Riau yang dwakili Sekda Prov Riau Drs Zaini Ismail mengatakan, ketika mendengar penyampaian keberatan masyarakat terasing yang kini dipanggil menjadi terpencil terlihat sudah banyak kemajuan yang diperoleh.
''Dulu suku Duano hidup di laut tapi sekarang begitu juga. Dulu yang terpencil itu sekarang tidak terpenciljadi ada proses, dari suku terasing menjadi terpencil, karena telah ada jalan di daerah itu,'' ujarnya.
''Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana memperbaiki SDM, kita melihat pembangunan bukan hanya fisik tapi juga pembentukan SDM sehingga tidak ada lagi suku terpencil tapi suku asli Riau. (rls)