RENGAT - Seperi tahun-tahun sebelumnya, Rutan (Rumah Tahanan Negara) Kelas IIB Rengat datangkan 30 ustaz untuk bertausyiah sekaligus menjadi imam salat tarwih setiap malam selama bulan Ramadah.

Hal itu bertujuan untuk memberikan pencerahan serta ningkatkan pengetahuan agama para warga binaan atau Narapidana (Napi) penghuni Rutan.

"Seperti pada tahun sebelumnya, pada Ramadan 1438 H ini kita juga mendatangkan 30 orang ustaz untuk memberikan ceramah agama atau tausyiah kepada para napi yang melaksanakan salat tarwih," kata Kepala Rutan Rengat, Bejo A.Md IP kepada GoRiau.Com, Rabu (31/5/2017) di kantornya.

Dengan materi ceramah itu, hendaknya dapat menambah ilmu agama para napi dan meningkatkan tingkat iman dan taqwa mereka.

"Untuk menghadirkan para ustaz tersebut, sebelumnya kita sudah berkoordinasi dengan Kemenag (Kementrian Agama) Inhu melalui Kanto Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rengat Barat. Dengan begitu, setiap harinya akan ada ustaz berbeda yang memberikan pencerahan religi kepada para napi", sebutnya.

Usai melaksanakan salat tarwih, pihak Rutan juga memberikan waktu kepada para napi untuk melaksanakan tadarus bersama. "Tadarus ini tidak hanya pada malam, di siang hari jelang berbuka puasa, kita juga memberikan kesempatan pada napi yang ingin membaca alquran," jelas Bejo.

Ketika ditanyakan terkait jadwal kunjungan, Bejo menyatakan bahwa, tidak ada perbedaan dengan hari biasa.

"Untuk jadwal besuk atau berkunjung, tidak ada perbedaan, yaitu pada hari Senin hinga Kamis dan pada hari Sabtu. Terkecuali hari libut. Untuk jam besuk juga tetap seperti biasa," pungkasnya.(Jef)