BENGKALIS, GORIAU.COM - Ada-ada ulah orang iseng di Benhkalis. Tapi keisengan itu nyaris membuat puluhan orang tua siswa SD 05 Bengkalis, Riau, dibuat ketakutan bahkan ada yang nyaris pingsan, Senin (29/4).

Pasalnya, mereka diteror penelepon gelap yang mengaku sebagai salah seorang guru SD 05 dan mengabarkan kalau anak dari wali murid tersebut mengalami luka berat di kepala karena terjatuh dari kamar kecil di sekolah.

Kejadian yang menghebohkan itu tidak hanya menimpa satu atau dua orang tua murid saja, tapi sekitar 30 wali murid menerima panggilan serupa.

Bahkan dua guru SD 05 juga menjadi sasaran telepon gelap dari orang yang tidak bertanggungjawab itu.

Seperti dialami Tina (31), salah seorang staf di Kantor Bupati Bengkalis. Sekitar pukul 09.30 WIB, dirinya menerima telepon dari sesorang yang tidak dikenal, mengatakan anaknya terjatuh di kamar kecil sekolah. Anak perempuan yang baru baru duduk di kelas 1 dikabarkan mengalami cedera parah di bagian kepala.

Mendapat kabar mengejutkan tersebut, Tina histeris dan menangis. Tina langsung meninggalkan ruangan kerjanya menuju SD 5 yang tidak jauh dari Kantor Bupati. Betapa kagetnya Tina, saat mendapati anaknya sedang membaca buku di Perpustakaan Sekolah, tanpa cedera apapun.

''Bukan cuma saya bang, waktu di sekolah tadi juga ada ibu-biu isteri tentara yang juga mendapatkan telepon serupa. Mereka ibu juga menangis memikirkan luka yang dialami anaknya. Ternyata kabar tersebut bohong,'' cerita Tina.

Selang waktu tidak begitu lama, Adi Sutrisno yang masih satu ruangan kerja dengan Tina juga menerima telepon yang sama. Semula si penelpon menanyakan apakah dia orang tuanya Azlan. Setelah dijawab Ya, si penelpon langsung mengabarkan kalau anaknya terjatuh di kamar kecil dan mengalami luka cukup parah.

Karena sudah tahu kabar tersebut adalah bohong, Adi langsung memarahi si penelepon. ''Kita juga tidak tahu apa  modusnya, kalau minta uang jelas si penelpon tidak tahu kalau di Bengkalis ini berobat gratis. Bisa jadi hanya untuk bikin kacau saja,'' geram Adi.

Selain Tina dan Adi, masih ada pegawai di Kantor Bupati yang anaknya sekolah di SD 05 juga menerima telpon yang sama. Bahkan salah seorang pegawai, Santi nyaris pingsan saat dikabarkan oleh si penelepon gelap tersebut kalau anaknya terjatuh dan mengalami luka parah.

Dua guru SD 05 juga menjadi sasaran telepon gelap tersebut. Salah seorang guru SD 05, Anas mengaku menerima telepon yang sama. ''Dia mengaku sebagai salah seorang guru SD 05, saat saya katakan kalau saya guru SD 05 langsung dimatikan hpnya,'' kata Anas.

Beberapa warga yang mencoba menghubungi nomor si penelepon gelap tersebut ternyata masih aktif, namun tidak diangkat. ''Sepertinya modus pelaku bukan semata untuk mendapatkan uang, karena pada pagi ini sudah puluhan orang tua yang ditelepon,'' ujar Anas.

Kepala SD 05, Tialis ditemui di ruang kerjanya, Senin (29/4), mengaku geram dengan ulah si penelepon gelap tersebut. Pihak sekolah sudah menghubungi polisi untuk menyelidiki kasus tersebut.

''Kita juga sudah sampaikan kepada seluruh siswa untuk tetap tenang, mengabarkan kepada orang tuanya, kalau dapat panggilan dari siapapun tentang kondisi anak di sekolah, sebaiknya tanyakan langsung ke sekolah, jangan mudah percaya apalagi sampai mengirimkan sejumlah uang,'' pesan Tialis.

Terkait dengan data dan nomor telepon wali murid, biasanya kata Tialis, yang menyimpan hanya wali kelas. Hal itu dimaksudkan agar wali kelas mudah menghubungi orang tua siswa jika butuh informasi atau ingin menyemapaikan sesuatu tentang anak mereka.

''Kita juga heran dari mana penelpon ini dapat nomor hp orang tua siswa dan tahu nama-nama siswa kita. Kita harap pelakunya bisa ditangkap dan diperoses sesuai hukum, karena ini sangat meresahkan sekolah dan para orang tua,''  ujarnya. (jfk)