RENGAT,GORIAU.COM - Selain kiriman dari Provinsi Jambi dan kabupaten tetangga, asap pekat yang menyelimuti wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, juga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang ada di Inhu.

Sedikitnya, pada awal September 2015 ini tercatat 170 titik api (hotspot) di Inhu. Jumlah itu mengalami penurunan dari sebelumnya yang berjumlah sebanyak 234 titik.

"Berdasarkan rekapitulasi kita, data titik panas (hotspot) di Kabupaten Inhu pada September 2015 ini terdapat 170 titik. Jumlah itu mengalami penurunan dibanding bulan Agustus 2015 lalu yang mencapai 234 hotspot", ujar Kepala Kantor Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (PBD) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Arifwan, Selasa (8/8/2015).

Maka, untuk mengatasi hal itu pihaknya terus melakukan upaya pemadaman dengan dibantu personil TNI dan Polri serta instansi terkait lainnya. Dan bahkan saat ini pemadaman masih dilakukan, tepatnya di Desa Redang, Kecamatan Rengat Barat dan Teluk Sungkai, Kecamatan Kuala Cenaku, sebut Arifwan.

"Dengan demikian, saya menghimbau kepada masyarakat dan pelaku usaha perkebunan untuk tidak melakukan pembakaran. Jangankan membakar lahan, membakar sampah dirumah kalu bisa juga jangan, karena kondisi asap saat ini sudah masuk dalam ketegori sangat berbahaya", pungkasnya tegas.(jef)