
PEKANBARU – Turnamen Tenis Piala Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Pekanbaru 2025 resmi berakhir, Minggu (14/07/2025). Kompetisi yang berlangsung di Lapangan Tenis Rumah Dinas Gubernur Riau ini tak hanya mencetak juara, tetapi juga menghadirkan semangat silaturahmi, pembinaan atlet, hingga regenerasi tenis di Riau.
Ketua Pelti Pekanbaru, Bobby Rachmat, yang secara resmi menutup turnamen menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan yang dinilainya sukses dan penuh antusiasme.
“Alhamdulillah, turnamen ini berjalan baik dan lancar. Final beregu putra bahkan digelar hingga malam hari. Ini menunjukkan bahwa semangat dan daya saing para peserta sangat tinggi,” ujar Bobby kepada GoRiau.com.
Turnamen tahun ini mempertandingkan tiga kategori, yakni beregu putra, ganda putri bebas, dan ganda putri pemula (beginner). Total hadiah yang disediakan panitia mencapai Rp 35 juta.
Bobby menyebut bahwa turnamen ini bukan semata ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk menghidupkan ekosistem tenis di Pekanbaru.
“Kami ingin tenis menjadi olahraga yang tumbuh dari komunitas. Turnamen ini mempertemukan berbagai kalangan, baik pemain profesional, veteran, maupun pemula,” kata Bobby.
Pada laga puncak kategori beregu putra, Tim Hore Korem keluar sebagai juara setelah menumbangkan Bella Vista B dalam pertandingan tiga set yang menegangkan. Sementara di sektor ganda putri bebas, dominasi ditunjukkan oleh Tim Queen, dengan dua pasangan andalannya, Yanti/Rita dan Elsi/Donna, menempati posisi juara satu dan dua.
Bagi Mario Tedez, salah satu pemain dari Tim Hore, kemenangan itu menjadi pencapaian yang tidak disangka. Ia mengatakan timnya awalnya hanya ingin berpartisipasi dan menyemarakkan turnamen.
“Kita nggak menyangka bisa sampai final, apalagi juara. Target awal cuma buat meramaikan. Tapi karena rutin latihan tiap akhir pekan, dan semangat dari teman-teman, hasilnya luar biasa,” kata Mario.
Mario berharap turnamen seperti ini terus dilanjutkan karena menjadi tempat bertemu antar-klub dan membuka peluang kompetisi yang lebih luas.
“Saya berharap kedepan makin banyak turnamen seperti ini, karena klub-klub baru juga mulai tumbuh. Ini harus difasilitasi,” ujarnya.
Kategori ganda putri juga menjadi sorotan, terutama karena partisipasi yang tinggi dari petenis perempuan. Yanti, salah satu juara dari Tim Queen, mengungkapkan betapa turnamen ini memberi ruang baru bagi atlet perempuan untuk berkembang.
“Senang sekali dengan adanya turnamen ini. Rasanya beda dengan sekadar latihan. Kami jadi lebih semangat karena bisa unjuk kemampuan. Saya berharap turnamen seperti ini rutin digelar,” ujar Yanti, yang disambut senyum oleh rekannya, Rita.
Mereka menilai bahwa turnamen semacam ini membawa dampak psikologis positif bagi pemain, terutama yang selama ini hanya berlatih tanpa panggung kompetisi.
“Latihan memang penting, tapi pertandingan itu yang bikin kita terpacu. Jadi kita tahu sejauh mana kemampuan kita,” imbuh Rita.
Salah satu hal yang menjadi sorotan dari penyelenggaraan tahun ini adalah upaya Pelti untuk menggabungkan atlet muda dan senior dalam satu tim. Langkah ini dinilai strategis sebagai bentuk regenerasi yang bertumpu pada kolaborasi.
“Ada beberapa kategori di mana pemain prestasi digabung dengan pemain veteran. Tujuannya agar terjadi transfer pengalaman dan semangat antargenerasi,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau itu.
Turnamen ini diikuti oleh 21 tim beregu putra dari Pekanbaru, Siak, Pelalawan, dan Duri. Sementara itu, kategori ganda putri bebas diikuti 17 pasangan dan kategori beginner diikuti 14 pasangan, sebagian besar berasal dari Pekanbaru.
Hasil Lengkap Turnamen Tenis Piala Pelti Pekanbaru 2025
Pada kategori beregu putra, gelar juara diraih oleh Tim Hore Korem, disusul oleh Bella Vista B sebagai juara kedua. Posisi ketiga ditempati oleh KITC Siak, sementara PTC A menempati posisi keempat.
Untuk kategori ganda putri bebas, pasangan Yanti dan Rita dari Tim Queen berhasil menjadi juara pertama, diikuti rekan setim mereka Elsi dan Donna di posisi kedua. Tempat ketiga diraih pasangan Ipah dan Ria dari Tim Madani, sedangkan posisi keempat ditempati oleh Anik dan Eli Amran dari Tim WPTC.
Sementara itu, pada kategori ganda putri beginner, pasangan Reni dan Yurnawati dari STC Siak keluar sebagai juara pertama, disusul pasangan Asti dan Ina dari Tennis Squad di peringkat kedua. Posisi ketiga dan keempat masing-masing diraih oleh dua pasangan dari Tennis Squad, yaitu Betty dan Shuli, serta Dewi dan Desti.
Bobby berharap turnamen ini tidak berhenti di sini. Ia menyebutkan bahwa pihaknya berencana memasukkan kegiatan ini ke dalam kalender tahunan Pelti Pekanbaru. Tahun depan, Pelti akan mengundang tim dari provinsi tetangga untuk memperluas jangkauan kompetisi.
“Menang atau kalah bukan soal utama. Yang penting kita bisa saling mengenal dan mempererat silaturahmi. Ini bukti bahwa tenis tetap hidup dan selalu di hati,” tutupnya. ***