PEKANBARU, GORIAU.COM - Ribuah buruh yang berasal dari 4 perusahaan sub kontraktor PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) sepakat untuk menghentikan demo yang berjalan sejak Rabu (18/6/2014) lalu. Beberapa tuntutan mereka sudah dipenuhi pihak perusahaan.
Keputusan tersebut dihasilkan setelah dilakukannya mediasi antara perusahaan dengan para buruh. Setidaknya ada 4 perusahaan sub kontraktor PT Chevron yang terlibat dalam kasus ini.
Diantaranya PT Sinar Mandiri Mandau (SMM), Turbo Jurong, Artelindo, PT Supraco dan Bengkalis Kuda Laut (BKL). Mediasi sendiri dilakukan di Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi Kependudukan (Disnakertransduk) Riau, Jalan Pepaya, Pekanbaru, Riau.
Beberapa tuntutan yang mereka minta yakni kembali dipekerjakannya 12 buruh yang sebelum di-PHK dengan alasan yang tidak jelas. Seluruh tunggakan gaji segera dibayarkan, tuntut kenaikan gaji yang dijanjikan dan beberapa yang lainnya.
Ketua Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI), Patar, mengatakan, seluruh buruh akan menghentikan aksi demo sebagaimana yang dijanjikan saat melancarkan aksi demo para Rabu (18/6/2014).
"Kesepakatan antara buruh dan perusahaan ditandatangani dan disaksikan oleh Kepala Disnakertransduk Riau, Nazaruddin, kadisnaker kabupaten/kota dan Kapolresta Pekanbaru. Untuk selanjutnya, demo dihentikan," kata Patar.
Kesepakatan tersebut beberapa diantaranya, PT Sinar Mandau Mandiri (SMM) kembali mempekerjakan 12 buruh yang sebelumnya di-PHK. Kemudian PT Supraco dituntut untuk membuat dan memperjelas status karyawan dengan kontrak baru.
PT Bengkalis Kuda Laut (BKL) siap membayar tunggakkan gaji para buruh. Sedangkan tuntutannya buruh PT Artelindo menunggu hasil keputusan pihak Disnakersos Siak. "Intinya semua tuntutan para buruh diakomodir pihak perusahaan," jelas Patar.
Sementara itu Kepala Disnakertransduk Riau, Nazarudin mengatakan, saat ini sudah ada kesepakatan dibuat dan mulai Jumat (20//2014) aksi demo di gate Chevron sudah berakhir. "Kita berharap perusahaan kembali beroperasi normal dan tetap mengedepankan kesejahteraan buruhnya," harap Nazaruddin.(rul)