
PEKANBARU, GORIAU.COM - Perjuangan Riau untuk merebut ''Keadilan'' yang tak kunjung diberikan oleh pemerintah pusat harus dilakukan secara bersama-sama. Perjuangan tak bisa dilakukan sendiri-sendiri, rakyat Riau harus ''keroyok''kezaliman pusat.
Demikian diungkapkan mantan Menteri Dalam Negeri Letjen (Purn) H Syarwan Hamid pada pertemuan dengan para pemimpin redaksi media cetak, elektronik dan online, Senin (16/12/2013) malam ini. Hadir pada acara ini Ketua Dewan Pimpinan Harian LAM, Drs Syahril Abubakar MSi, Sekretaris DPH LAM Riau M Nasir Penyalai SH, Anggota Bidang Humas DPH LAM Riau, Zul Azhar SPi dan anggota Bidang Organisasi, Tata Laksana DfPH LAMRiau Yusman Hakim SPi MSi, Ketua DPH LAM Riau, DR Tarmizi Yusa.
Syarwan mengungkapkan perjuangannya menghadapi kekuasaan pemerintah pusat yang begitu besar terhadap daerah khusus Riau. Pemerintah pusat tak pernah mau memberikan sesuai dengan apa yang diberikan. ''Riau penyumbang APBN terbesar, tapi bagian yang diterima Riau sangat kecil, tidak sesuai dengan apa yang telah disumbangkan,'' ujarnya.
Syarwan juga mengungkap hasil pertemuan dengan beberapa bupati di daerah khususnya penghasil minyak seperti Siak. Siak juga tidak mendapat porsi yang sesuai dengan hasil yang telah dikeruk dari daerah tersebut. ''Karena itu, Riau harus bergerak dan menuntut dan itu tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, harus bersama-sama, semua elemen harus terlibat,'' ujarnya.
Pada kesempatan itu, Syarwan juga mengungkap beberapa langkah yang harus dilakukan orang Riau untuk melawan kekuasaan pusat tersebut. Gerakan-gerakan harus dilakukan baik di Pekanbaru maupun Jakarta. Riau juga harus punya wakil atau penyambung perjuangan di Jakarta agar apa yang diinginkan di Riau bisa tersalurkan ke pusat seperti ke DPRD maupun DPD RI.
Selain itu pada dialog tersebut juga terjadi sharing pemikiran bagaimana membangun komunikasi yang kuat melalui keterlibatan media agar perjuangan Riau bisa didengarkan oleh para pemegang kekuasaan baik di daerah maupun Jakarta. ''Karena itu, media perlu mendukung perjuangan itu dengan cara orang media, kalau tidak apa yang diinginkan hanya sampai disini,'' ujarnya. ***