SELATPANJANG - Dua truk pengangkut sampah sempat dihadang warga Desa Gogok Darussalam, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, saat memasuki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gogok.

Penghadangan ini terjadi pada Senin (11/2/2019) sekitar pukul 21:00 WIB. Puluhan warga itu memprotes kebijakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepulauan Meranti yang membakar sampah yang mengakibatkan bau menyengat hingga ke pemukiman warga.

Menanggapi keluhan warga tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepulauan Meranti, Hendra Putra mengatakan pihaknya belum bisa berbuat banyak terhadap pengelolaan sampah di Kepulauan Meranti.

"Tonase sampah terus saja bertambah. Terhadap lahan TPA Gogok seluas dua hektar ini belum ada manajemen sampah yang bisa kita lakukan, masih dengan cara manual yakni dibakar. Sebetulnya TPA ini sudah tidak layak lagi digunakan, nantilah kita cari solusi bersama sama, karena persoalan sampah ini bukan hanya tugas DLH, tapi semua, terhadap permintaan warga agar sampah tidak dibakar, itu juga menjadi catatan kita," ungkap Hendra Putra, Rabu (13/2/2019).

Ads
Hendra juga mengatakan bahwa tahun 2018 lalu Pemerintah daerah sudah ingin membangun TPA di Desa Kundur, Kecamatan Tebingtinggi Barat, namun hal tersebut terkendala, dimana pada tahun 2012  kawasan yang masuk hak pengelola lahan (HPL) berubah menjadi  kawasan hutan produksi terbatas (HPT).

Untuk pengelolaan sampah selanjutnya, DLH menemukan solusi, dimana pihak Desa Sesap, Kecamatan Tebingtinggi akan menghibahkan lahan mereka untuk dijadikan TPA.

"Kita mendapat harapan untuk mengelola sampah, dimana pihak Desa Sesap bersedia menghibahkan lahan untuk dijadikan TPA, tetapi mereka meminta akses jalan masuk sebagai kompensasi, itu yang akan kita bicarakan ke Dinas PU," ungkap Hendra.

Menanggapi hal itu pula, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Said Hasyim menginstruksikan dinas terkait untuk membenahi pengelolaan sampah di TPA tersebut.

"Kita akan instruksikan dinas terkait untuk melakukan pembenahan. Prinsipnya jangan sampai keberadaan TPA berdampak buruk bagi warga sekitarnya," ungkapnya. ***