
RENGAT- Malang tak dapat ditolak mujurpun tak dapat diraih. Pepatah itu pantas ditujukan pada Ardi (23), warga Dusun Sei Arang, Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, Inhu, Riau ini.
Berniat mencari ikan, dirinya malah tewas setelah tertimbun tanah longsor bekas galian parit yang digalinya. Kejadian itu dialami korban, Kamis (9/6/2016) sore kemaren sekitar pukul 15.00 WIB.
Informasi yang berhasil dihimpun GoRiau.com, Jumat (10/6/2016), sebelum kejadian, korban bersama dua orang rekannya yang juga warga setempat, Amat (40) dan Joko (15) mencari ikan disebuah telaga (danau kecil) dengan cara mengeringkan danau.
Untuk mengeringkan danau itu, mereka membuat galian parit berukuran 2X1 meter untuk mengalirkan air danau ketempat lain.
Naas, bukannya mendapatkan ikan, parit saluran air yang mereka gali tiba-tiba runtuh. Korban yang saat itu berada didalamnya tertimbun dalam posisi berdiri.
Melihat hal itu, dua orang rekan korban langsung minta bantuan dengan warga sekitar dan melakukan evakuasi. Korban berhasil diangkat setelah setengah jam kemudian dan langsung dilarikan ke klinik tersekat untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun takdir berkata lain, kondisi korban yang sudah lemas tidak mampu diselamatkan. Korban tewas setelah dirujuk ke RSUD Indrasari Pematang Reba.
Kapolres Inhu AKBP Abas Basuni melalui Paur Humas Polres Iptu Yarmen Djambak kepada GoRiau.com, Jumat (10/6/2016) membenarkan hal itu.
"Benar, korban tewas setelah tertimbun tanah longsor akibat galian parit yang mereka buat. Sebagai tindak lanjut, kita akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi, karena menurut informasi, parit yang mereka gali itu merupakan bekas galian tambang batu bara milik PT RBH," pungkas Yarmen singkat.***