PEKANBARU, GORIAU.COM - Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai sepertinya masih belum bisa dilanjutkan dalam waktu dekat. Kendala yang dihadapi tetap sama, yakni Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Riau yang tak kunjung ditandatangani Menteri Kehutanan (Menhut), Zulkifli Hasan.

Tol yang sudah didesain sepanjang 126 kilometer dengan lebar 100 meter tersebut sudah disediakan anggaran untuk pembangunannya. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI sudah menganggarkan sebesar Rp3 triliun untuk membangunnya.

Ditambah Rp154 miliar anggaran untuk pembebasan lahan. Namun tidak akan bisa dikerjakan dalam waktu dekat. Demikian disampaikan Gubernur Riau (Gubri), H Annas Maamun saat silaturahmi ke Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Kamis (12/6/2014).

"Biaya ganti rugi lahan sudah disiapkan sebesar Rp154 miliar. Namun kita tidak bisa melakukan apa-apa, karena status lahan tersebut masih kawasan hutan," kata Gubri.

Dijelaskan Gubri, sementara fakta di lapangan, hampir sebagian besar sepanjang 126 kilometer tersebut sudah menjadi pemukiman masyarakat dengan berbagai aktivitas. Seperti berkebun, bertani dan bercocok tanam lainnya.

"Jadi hanya terganjal RTRW yang belum ditandatangani Menhut. Kita akan berupaya terus untuk memohon agar RTRW tersebut segera ditandatangani," jelas Gubri.

Rencananya, Gubri bersama Ketua DPRD Provinsi Riau, Johar Firdaus dan rombongan akan bertolak ke Jakarta pekan depan menemui Menhut, Zulkifli Hasan. Dimana untuk kesekian kalinya, Riau memohon agar RTRW tersebut segera ditandatangani.

Seperti diketahui, RTRW Riau sudah terkendala sejak 7 tahun yang lalu. Sementara usulan untuk penandatanganan RTRW itu sendiri sudah masuk ke meja Menhut, Zulkifli Hasan sejak 18 bulan yang lalu. Namun sampai saat ini tidak kunjung ditandatangani.***