
DUMAI - Kehidupan tenaga kerja asing (tka) asal Cina di Mess PT Paramita Bangun Sarana (PBS), ternyata jauh berbeda. Meskipun tidak begitu jauh dari pemukiman penduduk, mereka (tka, red) hidup layaknya negeri sendiri, tanpa memperdulikan adat istiadat tempat bekerja di Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Riau.
Berdasarkan informasi yang dirangkum GoRiau.com, pekerja asing yang diperkerjakan oleh PT PBS ini, saat menjemur pakaian hanya menggunakan celana dalam saja. Meskipun mereka hanya laki-laki dan berada dilingkungan sekitar mess (tempat tinggal, red), bagaimana jika ada pekerja Indonesia melihat hal itu, tentu tidak wajar.
Tidak hanya saat menjemur pakaian saja menggunakan celana dalam, pekerja asing asal Cina ini, mereka berjalan berkeliling mess hanya menggunakan celana dalam. Bahkan di tempat sampah ada ditemukan botol minuman keras jenis bir dengan merk anker.
Saat ditanyai GoRiau.com mengenai hal itu, Ketua Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau (MKA LAMR) Kota Dumai, Datuk Azhar Yazid mengatakan, bahwa hal itu tidak sesuai dengan adat istiadat di Indonesia, khususnya di Kota Dumai, Provinsi Riau.
"Meskipun mereka hanya sebagai tenaga kerja asing, harus pakai adat istiadat di tempat mereka bekerja. Bukannya menyamakan seperti di negara sendiri. Jadi, masalah sopan santun dan adat berpakaian, jangan disamakan dengan di negara mereka (tka asal Cina, red)," ujar Datuk Azhar.
Ia juga mengingatkan, pihak manajemen perusahaan harus menegur siapa pun pimpinan disana. Karena baginya ini sudah melanggar norma-norma budaya yang ada di Riau. Kalau memang mereka tidak tahu, berikan pemahaman agar mengerti.
"Berpakaian dengan sopan dan baik, kalau keluar rumah atau mess hanya menggunakan celana dalam bagi laki-laki, tentu melanggar akidah. Pakailah pepatah yang ada, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung," ungkapnya.
Terkait hal itu Humas PT PBS, Wholi Nuryaman saat dikonfirmasi GoRiau.com, membantah adanya tenaga kerja asing yang dipekerjakan menggunakan celana dalam saat keluar dan berkeliaran disekitar mess.
"Kalau telanjang dada memang ada. Hal itu tidak dipungkiri, karena cuaca Kota Dumai yang mencapai suhu 37 derajat. Kalau ada nantinya akan kita (Manajemen PT PBS, red) tegur. Karena saya sendiri memang jarang ke mess mereka," tutup Wholi menjelaskan.***