PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Generasi yang sehat dan berkualitas tidak akan terujud jika tidak didukung stakeholder terkait. Memandang hal inilah TK AR-Raudhah, Sabtu (2/3/2013) bertempat di TK AR-Raudah Komplek Perum Permata Andalan menggelar kegiatan FIT For School sekaligus pencanangannya khusus di lingkungan sekolah tersebut.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Drg Pramono Rendro P, yang juga sekaligus penggagas kegiatan Fit For School dan Drg. Mayu Novaria serta santri dan wali murid TK AR-Raudhah. Juga terlihat hadir dalam kegiatan tersebut Sasmiati S.Ag, pembimbing RA kementrian Agama, Ishak, SE. selaku pembina yayasan LPIA AR-Raudhah, Damayanti Dewi Novita, S.Psi Kepsek TK AR-Raudhah dan seluruh Majlis Guru.
Menurut Drg Pramono Rendro P,Fit For School adalah program intervensi kesehatan lintas sektor antara kesehatan, pendidikan dan masyarakat. Prorgram ini pertama kalinya dicetuskan di negara tetangga Fhilipina. Dan WHO akhirnya juga mendukung kegiatan ini.
"Fit For School ini terdiri dari tiga kegiatan dasar yaitu cuci tangan setiap hari dengan sabun, menyikat gigi setiap hari dengan pasta gigi flouride dan minum obat cacing 2 kali setahun," katanya.
Untuk itu, sambungnya, fit for School dengan sendirinya akan mendukung pelembagaan Program Perawatan Kesehatan Esensial sebagai bagian dari kegiatan sekolah sehari-hari. Dengan menggunakan sistim sekolah untuk program kesehatan, dapat menghasilkan indikator kesehatan meningkat tajam dengan biaya yang sangat rendah dan program ini dapat di implementasikan di semua sekolah.
"Intinya, substansi dari kegiatan ini adalah memunculkan kebiasaan Fit for School di usia dini, dengan tidak menggunakan biaya mahal," katanya.
Bayangkan saja, lanjutnya, jika kegiatan ini dilaksanakan secara kolektif dengan biaya 1 siswa per tahun hanya Rp9.000 dan ini tidak memberatkan orang tua siswa kalau dibandingkan dengan uang jajan siswa yang melebihi Rp5.000 per hari. Permasalahanya bagaimana jika di sekolah tersebut blum ada fasilitas memadai untuk cuci tangan dan gosok gigi serta darimana biaya untuk pembangunan sarana tersebut.
"Permasalahan ini bisa selesaikan dengan cara yang sangat sederhana mudah dan murah, hanya perlu sedikit kerjasama dan pemanfaatan. Barang bekas dengan mengunakan botol air mineral 900 ML, bekas botol shampo dan stoking," ujarnya.
Kegiatan pencanangan Fit For School di TK AR-Raudhah tersebut di mulai dengan demo cuci tangan seluruh siswa TK, dengan mempergunakan sarana yang sangat sederhana sekali dilanjutkan dengan gosok gigi bersama di sekolah dan dilanjutkan dengan pemeriksaan dan pengobatan gigi siswa TK secara gratis.
Dalam kesempatan tersebut Ketua Yayasan LPIA AR-Raudhah H.Ishak,SE sangat memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut, apalagi kegiatan ini baru pertama sekali dilaksanakan di Pelalawan. "Kita sangat berterima kasih kepada pihak penggagas dan juga guru-guru TK yang sudah melaksanakan kegiatan ini, dan hendaknya fit For School yang kita taja hari ini. Kedepan mendapat dukungan dari semua pihak pemerintah dan juga swasta demi, mencipatakan generasi yang sehat serta dapat di tiru oleh sekolah lainnya," tutupnya. (ilm)