
PEKANBARU, GORIAU.COM - Satelit Terra dan Aqua pagi ini mendeteksi titik panas (hotspot) di daratan Sumatera hanya tersisa 171 dan di Riau ada sekitar 145 titik, jumlah ini jauh berkurang dari sebelumnya yang mencapai ribuan titik, demikian Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mencatat.
"Terbanyak masih berada di Riau yakni mencapai 145 titik tersebar di sejumlah wilayah kabupaten/kota," kata analis BMKG Stasiun Pekanbaru, Ahmad Agus Widodo kepada pers di Pekanbaru, Selasa (25/2/2014).
"Hotspot" kata dia juga terdeteksi oleh satelit berada di Aceh sebanyak 18 titik, Kepulauan Riau ada empat titik, kemudian Sumatera Utara dan Bangka Belitung masing-masing haya dua titik panas.
Untuk di Riau, demikian Agus, "hotspot" tersebar di sebanyak lima kabupaten/kota, terbanyak berada di Bengkalis yakni 117 titik. Selanjutnya di daratan Kota Dumai kata dia terdeteksi ada 16 titik, Rokan Hilir (10 titik), serta Pelalawan dan Meranti masing-masing hanya satu titik panas.
Ia menambahkan, bahwa sebelumnya pada Senin pagi (24/2), di daratan Riau sempat terdeteksi sebanyak 1.234 titik panas. "Jika dibandingkan dengan saat ini, maka terjadi penurunan yang drastis," kata dia.
Agus tidak tahu persis penyebab terjadinya penurunan secara drastis terkait titik panas tersebut. Ia menjaslakan, hari ini hingga beberapa hari kedepan cuaca di Riau pada umumnya masih cerah hingga berawan atau minim terjadi hujan.
Sejumlah wilayah masih terselimuti kabut asap dan di Pekanbaru jarak pandang maksimal (visibilitas) pada pagi masih berada di bawah 500 meter.
Penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru dikabarkan kembali terganggu. "Beberapa jadwa kedatangan pesawat sempat tertunda akibat asap tebal," kata Airport Duty Manager SSK II Pekanbaru, Ibnu Hasan. (fzr/ant)