
PEKANBARU - Jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Riau kembali mengalami lonjakan. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, tercatat 86 titik panas terdeteksi, Sabtu (15/8/2026).
Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan pendataan sehari sebelumnya yang hanya memuat 46 titik. Penambahan 40 hotspot dalam waktu singkat ini menuntut kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Sebaran Titik Panas Wilayah Riau
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang, merinci bahwa sebaran titik panas merata di sejumlah wilayah kabupaten dan kota. Kabupaten Bengkalis menjadi area dengan deteksi terbanyak.
"Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 27 titik, disusul Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu," jelasnya.
Berikut adalah rincian sebaran 86 titik panas di Provinsi Riau:
Kondisi Hotspot Pulau Sumatera
Secara keseluruhan, BMKG mendata total hotspot di wilayah Pulau Sumatera mencapai 262 titik. Pihak BMKG mencatat Provinsi Sumatera Selatan menduduki salah satu angka tertinggi dalam sebaran titik panas.
Provinsi Sumatera Selatan tercatat memiliki 51 titik, berurutan diikuti oleh Lampung 34 titik, Bangka Belitung 30 titik, Kepulauan Riau 28 titik, Jambi 18 titik, Sumatera Barat 10 titik, dan Sumatera Utara 5 titik. Angka ini bersanding dengan Riau yang mencatat 86 hotspot.
Masyarakat setempat terus diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran yang dapat memicu meluasnya lahan terbakar, terutama di kawasan dengan tingkat hotspot tinggi. ***