PEKANBARU, GORIAU.COM - Satelit pemantau Terra dan Aqua dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru pada Jumat (26/6/2015), kembali mendeteksi adanya lonjakan titik panas (hotspot) dan titik api (firespot).Setidaknya ada 86 hotspot yang tersebar di sembilan kabupaten se Riau.
Data yang dirangkum dari BMKG stasiun Pekanbaru Jumat pagi merincikan, ada 86 titik panas (hotspot), diantaranya di kabupaten Rohul sebanyak tiga hotspot, Inhu dan Dumai masing-masing empat hotspot, Bengkalis lima hotspot, Siak enam hotspot.
Berikutnya, titik panas juga ada di kabupaten Inhil sebanyak 11 hotspot, Kuansing 15 hotspot dan Rohil 17 hotspot. "Terbanyak kita deteksi di kabupaten Pelalawan dengan 21 titik panas. Artinya disini ada peningkatan drastis," ujar Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin, Jumat pagi.
Sedangkan untuk pantauan titik api, sambungnya, Satelit pemantau juga menemukan sekitar 25 titik, yakni kota Dumai, Pelalawan, Bengkalis dan Rohul dengan masing-masing dua titik api, Inhu tiga titik api, serta Kuansing dan Rohil dengan masing-masing tujuh titik api.
"Untuk pantauan jarak pandang (Visibility,red) juga sudah mulai berpengaruh. Misalnya Pekanbaru dengan visibility lima kilometer, Pelalawan dan Rengat empat kilometer, serta kota Dumai dengan visibility tujuh kilometer," tutup Sugarin. (had)