RENGAT, GORIAU.COM - Sedikitnya 600 hektar lahan persawahan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) diintensifkan memakai pola organik dengan cara membudidayakan pupuk organik. Daerah yang telah menggunakan sistem ornaik tersebut diantaranya, Kecamatan Kuala Cenaku, Rengat Barat, Sei Lala, Kelayang, Rakit Kulim dan Peranap. 

"Pasca pelatihan pembuatan pupuk organik dilaksanakan, saat inib petani telah bisa memproduksi pupuk organik sendiri. Terlebih didukung oleh lahan yang sangat potensial memanfaatan pupuk tersebut, sehingga pola ini harus ditumbuh kembangkan semaksimal mungkin", ujar Kepala Dinas Pertanian TPH Inhu, Rahmat SP, Senin (29/9/2014).

Selain itu sebut Rahmat, pupuk organik ini memiliki banyak kelebihan dibanding pupuk kimia, terutama hemat biaya pembuatanhnya dan pupuk ini tidak memilih tanaman, karena bahan pupuk terbuat dari kompos.

“Jika menggunakan pupuk kimia petani bisa dua kali panen, maka dengan pupuk organik petani bisa tiga kali panen dalan setahun, selain itu biaya pembelian pupuk kimia juga mahal", sebutnya.

Selain itu, tambah Rahmat, Distan Inhu saat ini juga tengah menggalakan pembuatan pupuk Mikro Organisme Lokal (MAL) yang menjadi starter bagi para petani padi. Pupuk jenis MAL ini menggunakan bahan yang berasal dari lingkungan petani itu sendiri, persis seperti pupuk organik.

Maka dari itu, Rahmat menghimbau, petani yang telah mengikuti pelatihan pembuatan pupuk organuik dan pupuk MAL, hendaknya bisa berbagi ilmu dengan para petani yang lain, agar upaya peningkatan produkisi pertanian terutama dari sektor padi di Inhu bisa lebih ditingkatkan lagi. Sehingga bisa mengangkat taraf hidup petani, tandas Rahmat.(jef)