
PEKANBARU - Guna menyamakan persepsi dan meningkatkan mutu dosen, Sekolah Tinggi Agam Islam HM. Lukman Edy (STAILe) Pekanbaru menggelar workshop metodologi penelitian, Kamis (18/2/2016). Acara ini merupakan lanjutan pada kegiatan sebelumnya.
Ketua Kampus STAILe Pekanbaru, M. Syahrial, M.Sh mengatakan, melalui workshop ini diharapkan adanya peningkatan kualitas para dosen muda. Sehingga para dosen siap berkompetisi mewujudkan hasil penelitian serta mendapatkan bantuan penelitian dan pendampingan dari Kemenag.
"Ini sebagai upaya meningkatkan mutu tenaga pengajar menuju kampus STAILe yang berkualitas Sehingga dosen diharapkan dapat berlomba-lomba untuk meneliti," sampai Syahrial.
Syahrial menambahkan, workshop tersebut dilatarbelakangi adanya perbedaan pendapat para dosen dalam metodologi penelitian ketika membimbing mahasiswa.
"Kebetulan Prof Akhmad Mujahadin termasuk tim seleksi proposal penelitian di Kemenag. Jadi sangat berkompeten sekali dalam workshop ini dan akan bermanfaat bagi dosen dalam menambah ilmu terkait metodologi penelitian," ujar Syahrial.
Peserta tak hanya dosen STAILe, juga diikuti beberapa dosen dari STAI Air Molek sebagai undangan.
Pembicara dalam workshop ini, Prof. Dr. KH. Akhmad Mujahidin, M.Ag menyampaikan materi dengan judul KPK (Kinerja, Prestasi dan Kesejahteraan).
Menurut Akhmad Mujahidin, berbicara dosen berkaitan dengan masalah nasib.
"Hampir terjadi di Sekolah Tinggi swasta, kalau sudah berbicara anggaran sangat lemah. Kalau diakreditasi, nilai untuk anggaran penelitian paling tinggi 2. Karena anggaran untuk itu jarang ada," ujar Guru Besar Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau tersebut. ***