
PEKANBARU – Pada tahun 2022 ini, jumlah siswa-siswi lulusan SD sebanyak 19.700 orang, sementara, daya yang tertampung lebih kurang sekitar 8000 untuk bisa masuk SMPN, dari 47 unit SMPN yang ada di Kota Pekanbaru, sisa jumlah 11.000 lulusan SD tidak bisa terakomodir, dan tentu ini membuat para orang tua menjadi gelisah dan takut jika buah hatinya tidak bisa masuk ke SMP Negeri.
Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Sabarudi mengatakan untuk mengantisipasi lonjakan siswa tentu harus dialihkan ke sekolah swasta. Namun mengingat biaya di sekolah swasta yang tinggi, Pemko Pekanbaru harus melakukan pendataan kepada masyarakat yang menengah ke bawah untuk diberikan beasiswa.
"Sekolah swasta juga membantu pemerintah untuk menguatkan mutu kualitas pendidikan. Jadi tentu harus ada keseimbangan antara memberikan kesempatan kepada swasta dan juga menguatkan pelayanan pendidikan kepada masyarakat," kata Sabarudi, Kamis (30/6/2022).
Solusi lainnya Sabarudi menjelaskan Pemko Pekanbaru harus bisa melakukan pendataan berdasarkan jumlah presentase masyarakat yang dalam keadaan ekonomi menengah keatas atau menengah kebawah, sehingga untuk masyarakat yang ekonomi menengah kebawah bisa mengenyam pendidikan di sekolah negeri.
"Pemerintah harus menggunakan data persentase penduduk yang membutuhkan sekolah negeri berapa, persentase masyarakat yang sudah mampu berapa. Jadi ada rasa keadilan disana. Tidak semata-mata zonasi disana misalnya kurang sekolah negeri, sementara disitu masyarakat nya menegah keatas," jelasnya.
Sekolah tentu memiliki biaya yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan sekolah negeri, dari itu Sabarudi meminta Pemko Pekanbaru mulai dari saat ini menjalin komunikasi dengan berbagai pihak sekolah swasta.
"Karena kan swasta kita tidak bisa mewajibkan begini begitu. Harus ada pembicaraan, tidak ada hal yang kemudian membuat keputusan namun berefek memberatkan sekolah swasta," tutupnya.
Namun yang jelas menurutnya ide untuk menurunkan biaya sekolah swasta merupakan ide yang baik, karena bagaimanapun pemerintah harus memperhatikan masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan. ***