
PANGKALAN KERINCI -Tim pemadam kebakaran gabungan kesulitan mendapatkan sumber air untuk memadamjan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Teluk, Kecamatan Kuala Kampar, Pelalawan, Riau.
Tak hanya sulit mendapatkan sumber air, tim gabungan BPBD, Satpol PP Damkar, TNI, Polri dan masyarakat juga kesulitan untuk menjangkau lokasi titik api.
Hal ini diungkapkan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pelalawan, H Abu Bakar, kepada GoRiau.com, Senin (15/3/2011). Sulitnya sumber air dan akses jalan menjadi kendala operasi pemadaman di Desa Teluk.
"Yang menjadi kendala kita di lapangan adalah akses jalan dan air. Kalau tenaga dan peralatan tidak ada masalah," ungkapnya.
Saat ini, lanjut dia, tim gabungan fokus melakukan operasi pemadaman di Desa Teluk. Kebakaran hutan dan lahan tersebut terjadi sejak Minggu (14/3/2021) kemarin.
"Insya Allah operasi pemadaman bisa kita maksimalkan karena lokasinya juga sangat sulit untuk dijangkau," jelasnya.
Tiga hari lalu, sambung Abu Bakar, operasi pemadaman difokuskan di lokasi kebakaran hutan dan lahan Desa Sokoi, Kecamatan Kuala Kampar. Belum dipastikan luasan lahan yang terbakar.
"Lahan yang terbakar ada lahan kosong dan kebun kelapa milik masyarakat. Iya, ada laham gambut," pungkasnya.***