
PEKANBARU – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mencatat kemunculan sejumlah titik panas atau hotspot di daratan Pulau Sumatera. Pantauan ini terdeteksi meski sebagian besar wilayah tersebut tengah dilanda cuaca mendung hingga diguyur hujan lebat, Senin (11/5/2026).
Pembaruan data pantauan hingga pukul 23.00 WIB menunjukkan puluhan titik panas tersebar di beberapa provinsi. Pulau Sumatera mencatatkan total 52 titik panas dengan konsentrasi tertinggi berada di bagian selatan.
"Titik panas terbanyak berada di Sumatera Selatan yakni 18 titik dan Jambi menyusul dengan 12 titik," jelas Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira Mawaddah.
Provinsi Riau sendiri terdeteksi menyumbang tiga titik panas. Sebaran hotspot ini masing-masing terpantau satu titik di wilayah Kabupaten Pelalawan, Rokan Hilir, dan Siak.
Munculnya titik indikasi kebakaran ini terjadi bersamaan dengan potensi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah kabupaten dan kota di Riau. Padahal, curah hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mendominasi wilayah Pelalawan, Rokan Hilir, dan Siak sejak pagi hingga dini hari.
Suhu udara harian di kawasan tersebut terpantau berada pada rentang 23 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembapan udara mencapai 100 persen. Kecepatan angin yang bertiup dari timur hingga selatan berada di kisaran 10 sampai 30 kilometer per jam. ***