SIAK SRI INDRAPURA, - Sebagai daerah penghasil minyak di Provinsi Riau, Kabupaten Siak merasakan langsung dampak anjloknya harga minyak mentah dunia.

Jika di tahun 2014 dan 2015 Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Siak nomor dua terbesar dari 12 kabupaten/kota di Riau setelah Bengkalis, dimana nilainya diatas Rp3 triliun, namun untuk tahun 2017 ini angkanya turun drastis alias terjun bebas.

Buktinya, pada rapat paripurna DPRD Siak, Senin (19/12/2016) sore, APBD Siak 2017 disahkan sebesar Rp1,671 triliun.

Juru bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Siak Tarmijan menyebutkan, pendapatan daerah yang diajukan Pemkab Siak sebesar Rp1,695 triliun, mengalami penurunan Rp23,901 miliar setelah pembahasan. Sehinga pendapatan daerah menjadi Rp1,671 triliun lebih.

Dari anggaran tersebut Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 199,247 miliar lebih. Angka tersebut menurun sebesar Rp16,558 miliar lebih dibanding sebelum pembahasan yakni Rp16,558 miliar lebih.

Dana perimbangan sebesar Rp1,271 triliun lebih dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp200,843 miliar lebih. Terjadi penurunan sebesar Rp7,344 miliar lebih dibanding sebelum pembahasan yakni Rp208, 187 miliar lebih.

Untuk Belanja Tidak Langsung (BTL) atau dana pembangunan dianggarkan sebesar Rp872,408 miliar, sedangkan Belanja Langsung (BL) atau gaji pegawai sebesar Rp680,196 miliar.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Siak Indra Gunawan didampingi dua wakil ketua yakni Sutarno dan Hendri Pangaribuan, dan dihadiri Bupati Siak H Syamsuar.

"Memasuki usia Siak 17 tahun, ini APBD yang paling parah. Ini akibat belum membaiknya ekonomi global. Sebagai daerah penghasil minyak, kita merasakan langsung dampaknya," kata Syamsuar.

Bupati optimistis, meskipun anggaran anjlok pembangunan tetap akan berjalan tahun mendatang. Sehingga perlu manajemen yang lebih baik, sehingga program pembangunan harus menyentuh kepentingan masyarakat.

"Ekonomi kerakyatan juga harus digesa, dengan iven-iven olahraga dan kebudayaan yang kita punya, diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Sehingga ekonomi masyarakat bergerak, hotel bertumbuh, resto dan kafe berkembang," pungkasnya. *** #SIAK