
SELATPANJANG, GORIAU.COM - Sebanyak 9 orang tim gegana Polda Riau yang terdiri dari penjinak bom dan sniper tiba di Selatpanjang, Senin (4/2) petang kemarin. Iptu Rohani yang memimpin pasukan gegana tersebut menegaskan pihaknya akan memastikan seluruh vihara di Selatpanjang aman dan steril.
"Sesuai dengan arahan Kapolres, kita juga akan menempatkan personil di sudut keramaian dalam memantau aktiitas malam puncak imlek di Selatpanjang," sebutnya.
Sebelumnya, begitu tiba di Selatpanjang, Senin (3/2/2014), Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, langsung meminta rombongan yang baru tiba turun ke lapangan untuk memastikan vihara steril dan aman dari berbagai ancaman. Sehingga masyarakat Tionghoa yang akan melaksanakan ibadah bisa aman dan nyaman.
Kata Pandra, tim gegana ini akan bertugas di Selatpanjang selama 3 hari mulai, Senin (4/2/2014) sampai dengan Rabu (6/2/2014) mendatang. Ditambahkan Pandra lagi, tim gegana ini akan menyisir dan mensterilkan sebanyak 24 vihara yang ada di Kota Selatpanjang nantinya.
Sementara pada malam puncak imlek sendiri yakni pada selasa malam (4/2/2014), sniper dari gegana akan stanby di titik-titik keramaian.
"Jika ada gejala mencurigakan, atau ada indikasi teror, maka akan tindak lanjuti sesuai protap dan prosedur," kata Pandra.
Kapolres Kepulauan Meranti itu juga berharap kepada masyarakat Tionghoa yang akan melaksanakan ibadah di vihara dapat memahami dengan situasinya jika nantinya akan dilakukan pemeriksaan terhadap barang bawaannya masing-masing. Hal itu dilakukan dalam rangka memastikan bahwa vihara aman dari berbagai ancaman, termasuk bom.
Sebab kata Pandra pula, teror saat ini tidak hanya terjadi di gereja saja, tapi juga di vihara. Untuk itu, pihak kepolisian tidak mau hal itu terjadi di wilayah hukum Kepulauan Meranti. Sehingga masyarakat tiong hoa yang melaksanakan imlek bisa merasa nyaman.(zal)