PEKANBARU, GORIAU.COM-Lembaga Adat Melayu Riau (LAM Riau) akan memperingati Milad ke-44 yang disejalankan dengan Syukuran dan Doa Bersama Menyambut Bulan Suci Ramadan 1435 H serta Pembukaan Pembekalan Adat untuk LAM Riau Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau di Balai Adat Melayu Riau, Sabtu (21/6/2014).



"Kami semua merasa bersyukur LAM Riau dalam usianya yang ke-44 masih tetap eksis dalam membina, melestarikan, dan mengembangkan adat dan budaya Melayu di Provinsi Riau ini," kata Ketua Panitia Penyelenggara Milad ke-44 LAM Riau, Syukuran Menyambut Bulan Suci Ramadan 1435 H, dan Pembekalan Adat LAM Riau se-Riau Drs. H. R. Mardjohan Yusuf didampingi Sekretaris Panitia M Nasir Penyalai, di Balai Balai Adat Melayu Riau, Jumat (20/6/2014).

Mardjohan mengatakan peringatan Milad ke-44 LAM Riau tahun 2014 ini mengambil tema Memartabatkan Adat Mensejahterakan Umat. "Kami bersepakat mengambil tema ini karena memartabatkan adat dan mensejahterakan umat merupakan keinginan kita bersama," ujarnya.

Sejumlah perlombaan diadakan untuk memeriahkan Milad LAM Riau ke-44 ini diantaranya lomba debat berbahasa Melayu dan pantun lawe bukak pintu se-Provinsi Riau.

"Namun untuk kedua lomba ini, kami akan adakan pada bulan Oktober 2014 nanti bersamaan dengan Bulan Bahasa sekaligus mensosialisasikan penggunaan Bahasa Melayu minimal sehari dalam seminggu," kata Sekretaris Panitia M Nasir Penyalai.

Sesuai senarai acara yang diperoleh dari panitia kegiatan diawali Jumat malam (20/6/2014) yaitu acara makan malam di kediaman Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau H Tenas Effendy.

Sabtu (21/6/2014) paginya, pengurus LAM Riau dan pengurus LAM Riau Kabupaten/Kota akan menghadiri acara pemberian gelar Setia Amanah untuk Walikota Pekanbaru Ir. Firdaus MT.

Sementara pada siang harinya pengurus LAM Riau kabupaten/kota se-Riau akan mengikuti pemaparan Kapolda Riau dengan judul Peranan Lembaga Adat Melayu Riau Menuju Riau Bebas Narkoba Tahun 2015.

"Peringatan Milad ke-44 LAM Riau, Syukuran dan Doa Bersama Menyambut Bulan Suci Ramadan 1435 H serta Pembukaan Pelatihan/Pembekalan Adat untuk LAM Riau Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau, dilaksanakan pada pukul 19.00 WIB diawali dengan makan malam bersama," kata Mardjohan.

Kegiatan Pelatihan/Pembekalan Adat untuk LAM Riau Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau dimulai Ahad pagi (22/6/2014), dengan menampilkan narasumber Dr. Firdaus, SH, MH dengan makalah tentang Hak-Hak Masyarakat Adat, dan T Rafizal, S.Sos, M.Si dengan makalah tentang UU No. 6 Tahun 2014 tentang Pemerintah Desa.Narasumber berikutnya adalah Ketua MKA LAM Riau H Tenas Effendy dengan makalah Upacara-Upacara Adat dan H Zulkifli ZA dengan makalah Pakaian Melayu.

Senin (23/6/2014) pagi, H Tenas Effendy kembali akan  memaparkan makalah dengan judul Pemangku Adat, Tugas, dan Tangung Jawab.

Menurut Mardjohan, selain mengundang Gubernur Riau, panitia juga mengundang anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Provinsi Riau, tokoh masyarakat, pengurus LAM Riau kabupaten/kota se-Provinsi Riau, ikatan kekeluargaan kabupaten/kota se-Riau, paguyuban etnis di Pekanbaru, kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kota Pekanbaru, dan jemputan lainnya.

LAM Riau berdiri pada tanggal 6 Juni 1970 bersamaan dengan 13 Rabiul Akhir 1390 H dengan nama  Lembaga Adat Darah Riau.

Nama Lembaga Adat Darah Riau  yang kemudian berdasarkan Keputusan Musyawarah Besar Lembaga Adat Daerah Riau pada 9 Februari 1994 diubah nama organisasi menjadi Lembaga Adat Melayu Riau yang ditetapkan dengan Keputusan Musyawarah Besar Tingkat I Lembaga Adat Daerah Riau No. 07/MUBES-LADR.1994.(rls)