PEKANBARU, GORIAU.COM - Perusahaan Listrik Negara Cabang Pekanbaru, Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR) kembali merencanakan pemadaman listrik dengan durasi yang tak tanggung-tanggung, yakni delapan jam seharian.

Akibatnya, sejumlah warga di Ibu Kota Provinsi Riau, Pekanbaru, mengecam rencana tersebut. "Kalau sempat itu dilakukan, berarti selama empat pekan ini, PLN memang telah merencanakan pemadaman disetiap akhir pekan. Kami akan menuntut ganti rugi kalau sampai ada elektronik yang rusak," kata Antoni Badras (34), warga Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Jumat (20/6/2014) malam.PLN Pekanbaru melalui pejabat humasnya menyatakan, rencana pemadaman itu dilakukan karena adanya jadwal pemeliharaan pada jaringan distribusi. "Sehubungan dengan adanya pekerjaan pemeliharaan ini, maka besok PLN akan memadamkan listrik selama 8 jam," katanya.Pemadaman listrik di Pekanbaru telah dilakukan secara rutin bahkan hampir terjadi setiap hari dengan jadwal yang tak menentu.Beberapa hari lalu ketika pertandingan sepakbola antara Timnas U-19 melawan Tim Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau di Stadion Utama pada Kompleks Universitas Riau, perusahaan ini juga melakukan pemadaman secara tiba-tiba."Setiap ditanya, alasannya selalu pemeliharaan pembangkit, kalau tidak pemeliharaan jaringan. Itu menunjukkan kalau perusahaan ini sebenarnya tidak lagi sanggup mengelola kelistrikan di tanah air," katanya.Humas PLN Kota Pekanbaru, M Anson mengatakan, pemadaman listrik terpaksa dilakukan karena pekerjaan pemeliharaan jaringan ini berdampak terganggunya kelancaran pasokan listrik."Sehubungan adanya pemadaman listrik selama 8 jam ini, kami mohon maaf kepada seluruh pelanggan. Ini terpaksa kami lakukan kami PLN sedang melakukan pemeliharaan jaringan listrik," katanya.Ia mengatakan, pemadaman yang akan dilakukan besok dimulai pada pukul 08.00-16.00 WIB untuk kawasan sekitar Jalan Siak II, Jalan Pemuda, Jalan Pemudi, Jalan Soebrantas, Jalan Kulim, Jalan Riau, Mal Ciputra Seraya, jalan Kemuning, Pasar Senapelan dan sekitarnya.Selain itu juga Jalan Mawar, jalan Teratai, Jalan Ahmad Yani, Jalan Ratulangi, Rumah Walikota, Poltabes, Hotel Furaya, Hotel Aston, Jalan M Yamin, Pasar Ramayana, Jalan Yos Sudarso, jalan Nelayan, Jalan Pesisir, Jalan Sekolah, jalan Sembnilang, Jalan Umbansari, dan jalan Utara."Kalau sudah begini, akan ada ratusan ribu jiwa yang akan menanggung kerugian. Kalau mau membuka warnet harus pakai genset, maka butuh solah atau bensin untuk bahan bakar," kata Ridwan (45), warga Pekanbaru.Parahnya, lanjut kata dia, jadwal pemadaman itu juga terkadang sering tak tepat. "Katanya jam 08.00 WIB, rupanya sudah padam sejak pukul 05.00 WIB. Kemudian kemarin, katanya padam pukul 09.00 WIB, ternyata tidak jadi dan rupanya baru padam malam hari. Ini yang membuat kami mengecam PLN," katanya. (fzr/ant)