
SELATPANJANG - Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Meranti Ardiansyah mengaku telah meminta Disparpora memasukkan anggaran PPLP Gulat 2017 Rp80 juta. Namun, belakangan anggaran itu tidak keluar dan membuat PGSI Meranti merasa sangat kecewa.
Dalam bincang-bincang dengan GoRiau, Ardiansyah mengaku telah meminta Disparpora untuk memasukkan anggaran PPLP Gulat tahun anggaran 2017. Anggaran itu sebesar Rp80 juta. "Waktu rapat bersama SKPD, kita sampaikan agar anggaran PPLP Gulat dimasukkan. Besarannya Rp80 juta setahun," kata Ardiansyah, Kamis (26/1/2017).
Namun, diakui Ardiansyah, belakangan diketahui anggaran PPLP Gulat tidak masuk. Sementara, yang ada hanya Sepakbola dan Takraw. "Anggaran itu tidak muncul di pembahasan Banggar dengan TAPD," kata Ardiansyah lagi.
"Gulat ini sangat berpotensi, makanya kemarin abang ngotot agar anggaran PPLP nya tetap dimasukkan," tambah Ardiansyah.
Atas tidak masukknya Gulat pada program PPLP 2017, Pengurus PGSI Kepulauan Meranti mengaku sangat kecewa. Sebab, potensi Gulat untuk membawa pulang medali dan mengharumkan nama daerah sangat besar. Itu telah terbukti dari tahun-tahun sebelumnya.
"Yang jelas kita kecewa. Kenapa dinas tidak mengkomunikasikan ke kita kalau memang tidak ada anggaran," kata Ketua I PGSI Kepulauan Meranti Edy Kurniawan.
Disampaikan Pelatih sekaligus mantan Atlet Gulat ini lagi, kalau memang terkendala pada ketersediaan anggaran, harusnya Disparpora lebih objektif dalam memilih Cabor yang masuk program PPLP. Sepakbola dianggap kurang tepat dimasukkan program PPLP, karena selain atletnya banyak, prestasi Sepakbola sejauh ini tidak begitu menonjol.
"Sepakbola sampai 18 orang dengan anggaran Rp180 juta. Kalau itu diberikan ke Gulat tentu sangat memadai dalam membina atlet kita," ujar Edy.
"Kedepan kami harap betul dinas terkait objektif dalam memasukkan Cabor ke program PPLP," harap Edy. *** #Semua Berita Kep Meranti, Klik di Sini