
PEKANBARU, GORIAU.COM - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Riau terpilih Drs. Syahril Abubakar, M.Si menegaskan PMI Riau bertekad memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat sehingga masyarakat benar-benar dapat merasakan manfaat dari kehadiran PMI.
''Selain itu, kami juga akan menjadi katakanlah sebagai mediator, pengawas, social control dari kekuatan masyarakat terhadap aparat penyelenggaraan di bidang kesehatan masyarakat karena kami tidak ada lagi mendengar ada pasien yang ditolak rumah sakit,'' kata Syahril kepada wartawan di Pekanbaru, Minggu (16/3/2014).
Menurut Syahril, bilamana hal tersebut terjadi, PMI Riau akan minta kepada pihak rumah sakit dan menyatakan bahwa PMI Riau siap menalangi pembiayaan pasien bersangkutan untuk menjaminnya sambil mengurus pembiayaannya dengan pihak-pihak yang terkait.
Syahril yang terpilih sebagai Ketua PMI Riau masa jabatan 2014-2019 pada Musyawarah Daerah (Musda) ke-9 PMI Provinsi Riau tahun 2014, di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Sabtu (15/3) ini juga memaparkan sejumlah program PMI Riau yang ia pimpin antara lain akan melakukan penataan organisasi dari sisi kelembagaan dan personil.
''Di PMI Riau akan diadakan perubahan, penyegaran terhadap kepengurusan, untuk menghindari kejenuhan,'' kata Syahril.
Untuk itu, akan ada mutasi diantara perangkat-perangkat pendukung yang selama ini menjalankan organisasi ini. Selain itu, bagi mereka yang dianggap sudah tidak layak lagi dalam kepengurusan akan diberi tempat yang lain yang lebih sesuai untuk mendarmabaktikan dirinya.
''Kami akan merekrut tenaga-tenaga baru yang memiliki semangat baru yang dapat menjalankan roda organisasi ini dengan lebih baik,'' kata Syahril.
Syahril juga mengatakan PMI Riau ke depan akan berupaya menggandeng generasi muda, kalangan perguruan tinggi, ataupun generasi-generasi kemasyarakatan lainnya untuk melakukan pembinaan supaya memiliki minat yang tinggi dalam menyelamatkan diri dari bencana dan lain sebagainya.
''Seperti hari ini kita sedang menghadapi bencana asap yang sudah menjadi bencana nasional. Bagaimana kita bisa menolong diri masing-masing, menolong keluarga, dan orang orang di sekitar untuk menghadapi bahaya, tidak saja bahaya asap juga bahaya lainnya sehingga masyarakat punya kemandirian,'' ujarnya.
Selama ini memang PMI terkesan sebagai organisasi yang terlibat dalam hal penyedian darah yang dibutuhkan masyarakat. ''Kami perlu me-manage bagaimana darah tersedia dengan baik, pelayanan dan bantuan yang cepat kepada masyarakat. Untuk itu, kami juga akan melakukan sosialisasi, menyadarkan masyarakat akan arti pentingnya darah untuk kemanusiaan,''kata SyahrilSyahril berharap ke depan dapat bekerja sama dengan organisasi profesional seperti Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Pemprov Riau, Pemkab/kota beserta elemen masyarakat sehingga tidak ada lagi kelangkaan darah dan mencegah terjadinya jual beli darah.
PMI juga akan menyiapkan hotline center yang bisa dikontak 24 jam untuk menghadapi hal-hal yang di luar perkiraan serta meminta pemerintah mendirikan rumah sakit trauma center dan jumlahnya perlu diperbanyak terutama di daerah yang rawan kecelakaan.Syahril pada kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada para pendukungnya termasuk kepada PMI kabupaten/kota yang telah memberi dirinya kepercayaan sebagai Ketua PMI Provinsi Riau.
''Kami juga mengharapkan dukungan dari masyarakat banyak untuk suksesnya kepemimpinan kami ke depan dalam memimpin PMI Riau ini,'' kata Syahril.
Syahril Abubakar terpilih sebagai Ketua PMI Riau masa jabatan 2014-2019 pada Musyawarah Daerah (Musda) ke-9 PMI Provinsi Riau tahun 2014, di Hotel Aryaduta Pekanbaru, Sabtu (15/3). Pada tahap penjaringan Dr. Wildan Aspan Hasibuan memperoleh 1 suara, Syahril Abubakar (4), dan dr. Mursal Amir (9) dari 14 suara yang diperebutkan.
Selanjutnya pada tahap pemilihan Syahril Abubakar berhasil unggul dengan memperoleh 8 suara sementara Mursal Amir hanya memperoleh 6 suara. (za)