PEKANBARU, GORIAU.COM - Kabid Binpres KONI Riau, M Yunus mengungkapkan, Riau saat ini masih dalam krisis pelatih berkualitas. Untuk itu, diharapkan masing-masing kabupaten/kota harus gencar melakukan pelatihan dan penataran untuk pelatih-pelatih tingkat dasar.

Seperti yang dilakukan KONI Kabupaten Rohul beberapa waktu lalu. Setidaknya 36 pelatih dari 18 cabang olahraga yang terdaftar di sana diberikan pelatihan tingkat dasar. Hal ini tentu bertujuan untuk menambah kuantitas dan kualitas pelatih di daerah. Jika itu terus digalakkan, kata Yunus, tentu Riau tidak akan pernah mengalami krisis pelatih.

"Perlu kita akui, pelatih yang ada di Riau saat ini masih minim, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Hal ini harus diantisipasi dengan terus menggalakkan program pelatihan atau penataran kepada pelatih-pelatih muda berbakat," kata Yunus saat berbincang-bincang dengan GoRiau.com, Senin (18/11/2013).

Dirinya mencontohkan kondisi yang terjadi pada beberapa cabang olahraga di Riau seperti dayung yang ditangani satu pelatih profesional, Amin Zebo. "Sosok Amin sebagai pelatih sudah tidak diragukan lagi, namun tentu kita berharap agar muncul Amin-amin lainnya di masa yang akan datang," papar Yunus.

Hal ini tentu berkaitan dengan persiapan Riau menghadapi berbagai iven ke depan. Baik itu kejurnas, porwil, PON hingga berbagai iven internasional lainnya. Tentu saja kesuksesan seorang atlet tidak bisa dilepaskan dari peran serta campur tangan masing-masing pelatih.

Kemudian seperti cabang panahan, dimana juga didominasi satu orang pelatih, Muslim dan masih banyak lagi cabang olahraga yang minim dalam stok pelatih. "Untuk itu, pelatihan untuk pelatih pemula yang ditaja KONI Rohul patut diparesiasi mengingat kita (Riau, red) dalam kondisi krisis pelatih," terang Yunus mengulangi.(tri)