
RENGAT,GORIAU.COM - Penyebab kecelakaan truck Fuso yang berujung maut setelah menyeruduk rumah seorang bidan di Jalan Lintas Timur Kilometer 258, Desa Sei Akar, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) pada, Sabtu (14/2/2015) dinihari kemaren terungkap.
Dari keterangan sopir truck, SH (46), kepada polisi mengaku, bahwa rem mobil tersebut tidak berfungsi alias blong. Sehingga, pada saat mobil tidak bisa menanjak, mobil yang bermuatan 20 ton lebih itu langsung mundur dan tidak bisa dikendalikan, sehingga belakang truck menabrak rumah korban.
"Mobil itu dikendarai sopir II saya, bernama Eko. Saat kejadian, saya sedang tidur di jok belakang mobil. Begitu mendengar hantaman keras, saya langsung kaget dan terbangun", ujar, SH yang merupakan sopir I mobil itu saat dikonfirmasi, Minggu (15/2/2015).
Dikatakannya, dari pengakuan Eko, saat itu mobil tidak bisa menanjak dan langsung mundur. Akibat rem tidak berfungsi, mobil tidak bisa dikendalikan lagi sehingga menabrak rumah korban. Begitu kejadian, Eko langsung kabur ke Pos Patroli Jalan Raya (PJR) Batang Gangsal untuk menyelamatkan diri.
"Saat bertolak dari Medan, rem mobil masih berfungsi. Begitu memasuki Kecamatan Batang Gangsal, saya bersama Eko, kembali melakukan cek rem dan ternyata sudah blong. Karena kami harus bongkar muatan tepat waktu di Jambi, mobil kami paksakan jalan tanpa memperbaiki rem", terangnya mengakui kesalahan.
Sementara itu, Kapolsek Batang Gangsal melalui Kanit Lantas Polsek, Bripka Hasibuan, mengakui bahwa Eko sempat lari ke pos PJR yang berjarak tidak jauh dari lokasi kejadian sebelum diamankan ke Mapolsek.
"Saat kejadian itu, warga sudah berkumpul dilokasi. Jika dia tidak lari berkemungkinan akan menjadi bulan-bulanan massa. Dan saat ini eko sudah kita amankan di Mapolres Inhu untuk menjalani pemeriksaan dan mobil juga telah diamankan sebagai barang bukti (BB)", tegasnya.
Ditempat berbeda, Kapolres Inhu, AKBP Ari Wibowo melalui Kasubag Humas Polres, Iptu Yarmen Djambak, menyebutkan bahwa kasus itu sedang dalam penyidikan. "Kasus Lakalantas tersebut masih dalam penyelidikan, sopir I dan Sopir II mobil tersebut telah kita lakukan penahanan untuk sementara waktu", sebutnya singkat.
Seperti yang diberitakan GoRiau.Com sebelumnya, kronilogis kejadian itu berawal dari truk Fuso yang dikendarai, Eko Siregar (39), dengan Nopol BK 8888 LM datang dari arah Pekanbaru menuju Jambi. Saat menaiki tanjakan, truck tersebut gagal menanjak sehingga mundur dan menabrak rumah, Mariana Sinaga (43), yang diketahui seorang bidan desa setempat.
Rumah yang terbuat dari papan itu jebol dan remuk akibat diseruduk truck tersebut. Pemilik rumah yang lagi terlelap tidur dan Juliana Doloksaribu (25) serta anaknya yang baru berumur tida hari ikut tewas dalam insiden itu.
Sementara, dari informasi yang berhasil dirangkum dirumah duka, korban atas nama, Juliana Doloksaribu dan anaknya telah dimakamkan pada Minggu (15/2/2015) siang tadi di TPU setempat. Sementara, korban atas nama, Mariana Sinaga, akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Tebing Tinggi, Sumatera Utara. "Mariana Baru Sinaga telah dibawa pihak keluarga ke Tebing Tinggi untuk dimakamkan disana dan jasadnya juga sudah dibawa ke Tebing Tinggi", sebut Parlindungan, selaku Ketua RT setempat.(jef)