PEKANBARU - Tawuran antara dua kelompok yang pecah di Jembatan Siak IV Pekanbaru, Riau, Kamis (16/5/2019) tadi, ternyata dipicu oleh hal sepele.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto mengatakan, bahwa tawuran ini terjadi antara kelompok pemuda asal Jalan Pesisir Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir, melawan kelompok pemuda Bomlama Jalan Sembilang, Kelurahan Lmbungan, Kecamatan Rumbai Pesisir Pekanbaru.

Kronologisnya, Kamis petang, seorang pemuda yang bernama Memo Riski diketahui mengendarai sepeda motor merk Yamaha NMAX warna hitam dan menyenggol Robi Antonio yang hendak memasang lampu colok di Jalan Sembilang, atau tepatnya di depan Mesjid Istiqomah, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir.

"Karena tersenggol itu, makanya terjadi keributan diantara mereka. Awalnya keributan tersebut sempat diselesaikan kedua pihak secara damai, namun ada sepuluh pemuda datang mengeroyok Robi Antonio dan Adityo yang baru saja selesai shalat magrib di Mesjid Istiqomah," kata Sunarto kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Jumat (17/5/2019) dini hari.

Akibat pengeroyokan tersebut, Antonio mengalami luka sayatan benda tajam pada bagian lengan sebelah kanan, dan Adityo mengalami luka sobek akibat hantaman benda tumpul.

"Masyarakat yang melihat kejadian itu langsung menolong Adityo dan mengejar pelaku pengeroyokan. Namun pelakunya berhasil melarikan diri. Akan tetapi ada motor pelaku yang tertinggal di situ, langsung dibakar warga, merknya itu Yamaha NMAX warna hitam," lanjut Sunarto.

Kemudian, pemuda Jalan Sembilang Ujung datang ke jalan di ujung Jembatan Siak IV dengan membawa parang dan benda tajam untuk mencari pelaku pengeroyokan. Hingga terjadilah tawuran tersebut.

Akibat kejadian itu, empat orang dilaporkan terluka. Masing-masing Rudi Antonio, Adityo, Firmansyah dan Revi.

Dalam keributan ini, tim yang terdiri dari Polresta Pekanbaru, Sat Brimobda Polda Riau, dan Kodim Pekanbaru pun langsung turun ke lapangan untuk mengamankan situasi.

Sementara itu, pantauan GoRiau.com di lokasi, situasi saat ini sudah kondusif setelah polisi membubarkan massa yang berkumpul di Pesisir dan Bomlama. ***