
BENGKALIS, GORIAU.COM - Tiga tersangka yang diduga pelaku perambah dan pembakar hutan lindung Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu (CBGSK-BB) yang berhasil diamankan tim Satuan Polres Bengkalis bersama Brimob Polda Riau, Sabtu (15/2) lalu, ternyata berasal dari Sumatera Utara (Sumut).
"Ketiga tersangka yang kita amankan, Uli Per Simanjuntak (52), Domu Siagian (38) dan Jamil Daulai (41) berasal dari Sumut. Mereka ada yang sudah memiliki lahan dan ada yang hanya menerima upah dari pemilk lahan H Daulay tidak diketahui Jumlahnya," ujar Kapolsek Kapolsek Bukitbatu, Kompol Sasli Rais ketika di konfirmasi, Minggu (16/2).
Menurut Kapolsek, Giat Operasi Gakum dilaksanakan sejak Jumat (14/2) lalu, menurunkan 30 personil Polsek Bukitbatu dan Polres Bengkalis serta 20 personil Brimobda Riau. Tim berangkat dari Desa Bukit Kerikil melakukan Patroli dan tindak terhadap para pelaku pembalakan liar, perambahan hutan dan karhutla yang berada di kawasan Hutan Lindung Cagar Biosfer Giam Siak Kecil.
"Perkiraan kita luas lahan yang terbakar sudah mencapai 600 Ha. Tim juga menemukan pondok-pondok yang berada di kawasan hutan penyangga," ujar Kapolek.
Dari penyisiran di lokasi, tim juga menemukan beberapa orang keluarga yang menumpang di salah satu pondok di kawasan hutan penyangga. Berdasrakan hasil introgasi diduga keluarga tersebut adalah para pelaku yang mana mereka meninggalkan pondoknya karena sudah dikelilingi api.
"Di lokasi tim melakukan olah TKP dan lidik terhadap pelaku lainnya serta pengumpulan barang bukti terhadap pelaku yang telah diamankan sebelumnya," jelas Kapolsek.
Sebagian besar dari kawasan Cagar Biosfer telah dirusak dan dirambah oleh pelaku dan sampai saat ratusan hektar hutan masih dalam keadaan terbakar dan diperkirakan kebakaran akan terus bertambah mengingat kondisi tanah gambut dan cuaca yang sangat panas.
"Ketiga pelaku sudah diamankan dan di bawa ke Polres Bengkalis untuk penyidikan lebih lanjut,'' ujanya.(jfk)