SIAK SRI INDRAPURA – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama BPBD Kabupaten Siak melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan Harimau Sumatera di Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Senin (26/1/2026). Langkah ini diambil setelah satwa langka tersebut memangsa ternak kambing milik warga, Jumat (23/1/2026).

Peristiwa bermula saat seorang warga, Masruri, menemukan tiga ekor kambingnya hilang dari kandang. Di sekitar lokasi, ditemukan jejak kaki, bekas cakaran, serta tanda seretan sejauh 300 meter menuju area belukar.

"Dari tiga ekor kambing yang hilang, satu ekor kembali pada siang hari. Diduga kambing tersebut kabur karena panik saat melihat harimau," ujar Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin.

Merespons kejadian tersebut, tim gabungan langsung melakukan observasi dan mitigasi di lokasi kejadian. Sebagai upaya identifikasi, petugas telah memasang dua unit camera trap di sekitar area kandang untuk merekam pergerakan sang raja hutan.

Ujang menjelaskan bahwa hingga saat ini petugas masih menunggu hasil tangkapan kamera tersebut sambil terus menyisir area sekitar. Tim juga menggunakan drone untuk memantau kondisi vegetasi dari udara guna memetakan jalur pergerakan satwa.

"Petugas BBKSDA masih melakukan pemantauan pergerakan Harimau Sumatera. Camera trap sudah dipasang, namun belum dilakukan pengambilan hasil. Jika sudah ada hasil, secepatnya akan kami sampaikan," katanya.

Selain upaya teknis, BPBD bersama aparat kecamatan telah memasang spanduk peringatan di titik-titik rawan konflik. Masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar rumah, terutama pada jam aktif harimau antara pukul 17.00 WIB hingga 07.00 WIB.

Warga juga disarankan untuk tidak memulai aktivitas terlalu pagi dan segera mengamankan ternak mereka ke tempat yang lebih terlindungi. Penggunaan terpal hitam atau seng untuk menutup kandang menjadi salah satu rekomendasi petugas guna meminimalisir rangsangan visual bagi predator tersebut.

"Warga kami imbau menutup kandang ternak dengan terpal hitam atau seng, atau memindahkan ternak ke lokasi yang lebih aman," tambahnya. ***