
PEKANBARU, GORIAU.COM - Menanggapi tuntuan pedagang Pasar Pagi Arengka, Pekanbaru, Riau agar Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, Walikota Pekanbaru Firdaus menyatakan tidak bisa membatalkan rencana relokasi para pedagang tersebut. Karena dinilai sudah mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Bahkan Firdaus memberikan solusi lokasi baru untuk para pedagang. Tinggal pedagang terkait saja yang menunjuk dimana lokasi yang mereka inginkan. "Kita siapkan, pilih dimana mau," kata Firdaus.
Karena diakui Firdaus, dirinya sudah banyak menerima keluhan dari pengguna jalan yang aktif melalui lokasi tersebut hampir setiap waktunya mengalami kemacetan dan cukup terganggu dengan aktivitas pedagang yang banyak menggunakan trotoar dan badan jalan.
Bahkan Pemko Pekanbaru menyatakan siap melengkapi fasilitas di tempat baru nantinya. "Kita siapkan lahan dan fasilitas yang mereka perlukan, tetapi kalau tetap di sana (Pasar Arengka, red) memang tidak bisa," sambung Firdaus.
Sejumlah pedagang Pasar Pagi Arengka, Pekanbaru, Riau untuk kesekian kalinya melakukan aksi demo kepada Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menuntut agar pembatalan relokasi. Kali ini, mereka menyambangi Pemko dan DPRD Pekanbaru.
Berniat untuk menemui Walikota Pekanbaru, Firdaus, Senin (10/11/2014), mereka malah 'dicuekin'. Karena saat menemuinya di DPRD Kota Pekanbaru, Firdaus langsung meninggalkan para pedagang menggunakan mobil dinasnya.
Saat ditanyakan langsung kepada Firdaus, dirinya menegaskan akan tetap melakukan relokasi untuk pedagang yang berada di trotoar dan badan jalan Pasar Pagi Arengka, Pekanbaru, Riau.
"Kita akan tetap melakukan (relokasi, red), karena mengganggu kenyamanan jalan," kata Firdaus kepada GoRiau.com, Senin (10/11/2014).
Menurutnya, tidak sedikit Pemko Pekanbaru begitu juga dirinya secara pribadi mendapat laporan dari masyarakat atas ketidaknyamanan pemakaian jalan di sana. "Kita kan bukan menggusur mereka, hanya merelokasi," ungkap Firdaus.
Dirinya menyebutkan, sebenarnya ada oknum tertentu yang punya kepentingan yang menolak relokasi tersebut. "Yang banyak adalah yang punya kepentingan, sebenarnya kalau pedagang sendiri tidak begitu," sambung Firdaus.
Atas kepentingan ini, kata Firdaus, akan merugikan mereka jika seandainya relokasi jadi dilakukan. Artinya, banyak pemangku kepentingan di sana yang akan dirugikan.
"Jika dibiarkan, tentu saya akan lebih banyak dihujat oleh masyarakat luas, terutama yang aktif menggunakan jalan itu," tandas Firdaus.***