DURI, GORIAU.COM - Kompol Taufiq Hidayat baru tiga hari menjabat sebagai Kapolsek Mandau, sudah dihadapkan dengan permasalahan buruh yang ada di kota Duri, kecamatan Mandau, kabupaten Bengkalis, Riau. Dirinya langsung turun mendengarkan keluh kesah ratusan buruh PT SAS International yang melakukan aksi mogok kerja didepan kantor jalan lintas Duri-Dumai kilometer 3,5.

"Kita mengharapkan pihak managemen PT SAS International dan buruh PT SAS Internasional, menghargai upaya yang dilakukan Disnakertrans Bengkalis. Paling tidak ikuti mediasi yang dijadwalkan dalam waktu dekat ini," kata Kompol Taufiq kepada GoRiau.com usai pertemuan dengan pihak managemen PT SAS Internasional.

Ia juga menyampaikan pesan itu langsung kepada pihak managemen dan buruh PT SAS International. Aksi mogok kerja ini diharapkan tidak berlarut-larut karena akan berpengaruh pada produksi minyak negara nantinya.

"Tentunya akan banyak pihak lain yang dirugikan dengan mogok kerjanya buruh PT SAS Internasional yang beroperasi di semua areal Chevron," katanya lagi.

Kompol Taufiq menegaskan, pihak kepolisian dalam hal ini tidak ada keberpihakan kepada perusahaan maupun kepada tenaga kerjanya. Mediasi yang akan dilakukan itu bukan juga mencari siapa yang benar dan siapa yang salah. Hanya ingin mendudukan masalah dengan menghadirkan kedua sumber.

"Disini kita hanya menjadi penengah, agar kondisi ini bisa mencair. Pihak perusahaan jangan merasa direndahkan jika harus mengikuti mediasi yang sudah ditetapkan oleh Disnaker Bengkalis," tutup Kapolsek Mandau.(ric)