
PEKANBARU, GORIAU.COM - Suasana haru terlihat ketika Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa, memberikan santunan kematian terhadap keluarga korban bencana kabut asap di Provinsi Riau di Posko Evakuasi Kantor Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Riau, Jalan SM Amin, Pekanbaru, Riau, Sabtu (31/10/2015) siang.
Disaat menerima bantuan langsung sebesar Rp15 juta dari Mensos, Nanda Febriani istri almarhum M Iqbal Halim balik menyerahkan Surat Yasin. Spontan, air mata Mensos langsung jatuh, dia menangis dan memeluk Nanda.
"Yang sabar dan tabah ya bu, ini semua bukan keinginan kita, tanpa asap pun kalau Allah menghendaki, kapan saja ajal bisa dijemputnya, saya doakan semoga suami ibu ditempatkan di surga Allah, amin," ucap Khofifah terbata-bata.
Usai menerima santunan, Nanda Febriani kepada GoRiau.com mengakatakan, dirinya memberikan buku Surat Yasin memperingati hari ke-40 meninggal suaminya.
"Tidak ada niat apapun kecuali ibu menteri juga tahu, tanggal 15 November 2015 nanti adalah hari ke 40 meninggalnya suami saya," ungkap Nanda.
Suasana yang sama juga terjadi ketika Mensos memberikan santunan kepada Lili Wirmaria, ibunda Ramadhani Luthfi yang meninggal dunia akibat asap.
"Bukan hanya saya, semua manusia pasti kecewa dengan bencana asap ini, namun semua sudah terjadi, kita serahkan kembali sama Allah, mungkin sudah takdirnya, saya ikhlas bu, sekali lagi terima kasih atas bantuanya," ungkap Lily, berurai air mata.
Setelah memberikan santunan, Menteri Sosial dan rombongan langsung menuju ruang evakuasi di Gedung Serbaguna PU Provinsi Riau.
Puluhan anak-anak dan orang tua langsung menyambut kedatangan sang Menteri, bahkan tanpa malu anak-anak langsung memeluk ibu menteri dan mengajak selfie. "Ibu menteri foto dulu ya untuk kenang-kenangan," kata Riski, yang langsung memeluk Mensos Khofifah.
Bukan hanya meninjau ruang evakuasi, Mensos juga langsung menuju dapur umum yang berada di belakang gedung. Setelah itu, rombongan berangkat menuju posko kesehatan di Rumbai, Pekanbaru.***