PEKANBARU, GORIAU.COM - Hingga saat ini, terdata sudah 790 paket penawaran yang masuk dalam Lelang Pengadaan Secara Elekstronik (LPSE) Provinsi Riau. Namun untuk waktu dekat, hanya paket yang mendesak menjadi prioritas.

Seperti soal Ujian Nasional (UN) dan beberapa lainnya yang harus didahulukan. Demikian disampaikan Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Riau, Burhanuddin, Selasa (18/3/2014) kemarin.

Kemudian paket khusus yang bersifat subtansi lainnya seperti paket lelang makanan dan pangan, cleaning service (CS), tenaga keamanan untuk RSUD Arifin Ahmad dan RSJ Tampan.

"Yang bersifat penting dan dibutuhkan segera harus diprioritaskan, sementara yang lainnya menyusul," kata Burhanuddin.

Namun ditegaskannya, tidak semua paket lelang yang masuk dalam penawaran LPSE bisa diproses atau langsung dilakukan lelang. "Intinya yang bersifat khusus disegerakan," tambahnya.

Sejauh ini, kata Burhanuddin, pelaksanaan lelang untuk paket prioritas sudah dikonsultasikan dengan Gubernur Riau, H Annas Maamun. Selain sudah disetujui, semua paket khusus tersebut dalam proses lelang.

Sementara terkait ratusan paket lelang yang sudah masuk di LPSE itu, sejauh ini kata Burhanuddin, tidak ada masalah dalam prosesnya. Asalkan, proses lelangnya tidak berbenturan dengan aturan yang berlaku.

"Artinya pelaksanaan lelang ini sesuai dengan aturan yang berlaku. Karena tidak sulit melanggar, karena sudah bisa dilihat dan diakses secara nasional," ujar Burhanuddin.***