JAKARTA – Dua pemuda diduga sebagai hacker Bjorka yang membocorkan data para pejabat negara. Satu di antaranya sudah ditangkap polisi.

Dikutip dari detik.com, Instagram @volt_anonym menyebut hacker Bjorka memiliki nama asli Muhammad Said Fikriansyah (17) dari Gunung Jati, Kabupaten Cirebon. Pekerjaannya video editor.

Saat dijumpai wartawan, ia sendiri mengaku heran dan sangat terganggu dengan adanya tuduhan tersebut. Said yang tinggal di gang kecil Desa Klayan, membantah dirinya Bjorka.

''Jujur saya merasa terganggu banget (dituduh Bjorka),'' kata dia.

Lalu yang kedua, pemuda berinisial MAH (21) asal Kabupaten Madiun. MAH ini telah ditangkap Tim Cyber Mabes Polri, pukul 18.30 WIB, Rabu (14/9). MAH merupakan warga Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan, Madiun, yang sehari-hari berjualan es.

MAH kemudian oleh Tim Cyber dibawa ke Mapolsek Dagangan untuk menjalani pemeriksaan. MAH menjalani pemeriksaan hingga sekitar pukul 01.30 WIB dan mendapat pengamanan dari Polres Madiun.

Olok-olok Polisi

Secara mengejutkan, Bjorka aktif kembali di Telegram dan forum Breached.to, setelah menghilang agak lama. Dia sempat tiarap karena diberangus Twitter.

Sekalinya aktif, dia mengolok-olok upaya penangkapan di Cirebon dan Madiun. ''Lol. Pemerintah Indonesia merasa mereka telah mengidentifikasi saya berdasarkan misinformasi dari Dark Tracer yang memberi layanan palsu ke pemerintah Indonesia,'' kata Bjorka.

Bjorka prihatin ada pemuda ditangkap karena diduga dirinya, seperti di Madiun. ''Untuk Dark Tracer, adalah dosa kalian memberikan informasi yang salah kepada para idiot,'' tulisnya di forum itu.

Sebut Menkominfo Akan Dicopot

Tidak puas menertawakan upaya penangkapan dirinya, Bjorka pun meracau dan bilang Presiden Jokowi akan mengganti Menkominfo Johnny G Plate. Bjorka mengklaim sudah punya orang dalam di Istana Kepresidenan.

''Saya dapat informasi dari seorang teman yang bekerja di Istana bahwa Presiden akan mengganti Menteri Kominfo, Johnny G Plate,'' kata Bjorka.

Jika itu terjadi, Bjorka akan memuji langkah presiden. Menurut dia menteri komunikasi dan informatika harus orang yang paham teknologi, bukan dari partai, politisi atau militer.

''Excellent, Mr President. Pastikan penggantinya orang yang paham teknologi, bukan idiot dari partai, politisi atau angkatan bersenjata. Karena semua itu akan sia-sia,'' pungkasnya.

Sepak Terjang Bjorka

Ruby Alamsyah, CEO Digital Forensic Indonesia dalam acara Blak-Blakan detikcom, menjelaskan kalau di Breached Forum, Bjorka memang terbilang pendatang baru, baru tiga bulan. Namun dia sudah jadi pemain lama di RaidForums.

''Ini forum utamanya tempat orang menjual atau mengekspos kebocoran data di seluruh dunia. Utamanya terkait kebocoran data saja baik itu menjual maupun diberikan gratis kepada para member di situ,'' jelas Ruby.

Ruby pun mengasumsikan kalau motif Bjorka menyebarkan data ini, awalnya, adalah ekonomi. Pasalnya ia memang tak cuma menjajakan data masyarakat Indonesia, melainkan juga data dari negara lain.

Namun, Bjorka mengamuk karena merasa diremehkan. Dia pun menebar data para pejabat tinggi.

Pakar Siber Ragu Bjorka WNI

Identitas Bjorka masih dicari banyak orang. Akan tetapi pakar keamanan siber, Alfons Tanujaya dari Vaksincom, ragu bahwa Bjorka adalah orang Indonesia.

''Saya pribadi ragu kalau ini orang Indonesia, meskipun banyak yang bilang kemungkinan besar Bjorka ini orang Indonesia. Risikonya terlalu tinggi kalau dia orang Indonesia atau berdomisili di Indonesia dan melakukan hal ini,'' kata Alfons.

Menurut Alfons, secara logika pun sudah sulit dicerna jika Bjorka benar-benar orang Indonesia. Sebab demikian, Bjorka sudah bertindak ceroboh.

''Logikanya saja kalau dia orang Indonesia lalu melakukan doxing pejabat dan pakai IP Indonesia, dalam bilangan jam mah terlacak. Hacker yang ngerti tidak akan seceroboh itu,'' ujarnya.***