PEKANBARU – Meski beberapa wilayah di Riau diprakirakan akan diguyur hujan, namun "si jago merah" tampaknya masih mengintai melalui kemunculan puluhan titik panas (hotspot). Berdasarkan pantauan terbaru, Kabupaten Indragiri Hilir menjadi wilayah yang paling "gerah" dengan menyumbang lebih dari separuh total titik panas di Bumi Lancang Kuning.

Data BMKG Pekanbaru hingga pukul 07.00 WIB menunjukkan total hotspot di wilayah Sumatera mencapai 276 titik. Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menyumbang 47 titik yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Ranti menjelaskan, konsentrasi panas paling tinggi berada di wilayah pesisir. Indragiri Hilir memimpin dengan 25 titik, diikuti oleh Bengkalis yang mencatatkan 12 titik panas.

"Hotspot di Riau paling banyak terdeteksi di Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 25 titik, disusul Kabupaten Bengkalis 12 titik," ujar Ranti, Kamis (29/1/2026).

Selain kedua wilayah tersebut, sebaran panas juga terdeteksi di Kota Dumai sebanyak 4 titik dan Kabupaten Pelalawan 3 titik. Sementara itu, wilayah Rokan Hilir, Rokan Hulu, dan Siak masing-masing menyumbang 1 titik panas.

Fenomena unik terlihat pada sebaran regional Sumatera, di mana Provinsi Aceh justru mendominasi dengan 146 titik, jauh melampaui provinsi lainnya. Kondisi cuaca yang cerah pada siang hari serta minimnya intensitas hujan di lahan gambut menjadi pemicu utama munculnya titik panas ini.

"Kondisi cuaca yang relatif cerah pada siang hari serta terbatasnya hujan mendukung kemunculan titik panas, khususnya di daerah rawan lahan kering dan gambut," jelasnya.

BMKG terus memberikan peringatan kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperketat pengawasan di lapangan. Aktivitas pembakaran lahan secara terbuka sangat dilarang karena dapat memperburuk kualitas udara dan memicu kebakaran hutan yang lebih luas. ***