
PEKANBARU, GORIAU.COM - Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau mencatat lebih kurang 6.000 ha lahan di kabupaten/kota di Riau yang menjadi korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari total tersebut, Meranti menjadi wilayah paling luas mengalami karhutla.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Zulher, Senin (17/2/2014), mengatakan, untuk Meranti sendiri, terdata sebesar 3.060 ha lahan yang sudah terbakar. "Mulai dari sagu, karet dan lain-lainnya," kata Zulher.
Sementara secara keseluruhan, kata Zulher, titik api sudah mulai berkurang. Minggu (16/2/2014) terpantau hanya satu titik di Indragiri Hulu. "Namun asap masih tebal di beberapa kabupaten/kota," sambungnya.
Zulher terus mengimbau kepada masyarakat dan perusahaan ikut aktif dalam penanganan karhutla dan kabut asap ini, terutama kepada pihak perusahaan.
"Mereka (perusahaan, red) harus merespon cepat apa yang terjadi di lingkungan perusahaan dan di luar perusahaan dalam skala yang dekat," ujarnya.
Untuk itu, kesepakatan (MoU) dengan sejumlah perusahaan di Riau beberapa waktu lalu bisa menjadi patokan atau pengawasan bagi Pemprov Riau dan kabupaten/kota bersama seluruh perusahaan terkait untuk sama-sama menjaga semakin meluasnya karhutlan di Riau.***