PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Sosial (Dinsos) mengakui sebanyak 235 Kepala Keluarga (KK) dari 83 kelurahan di Pekanbaru masih hidup dalam kemiskinan ekstrim.

"Jumlah (data.red) itu dari 75 persen wilayah yang baru masuk, jumlah ini belum final," kata Kepala Dinsos Kota Pekanbaru, Idrus M.Ag, Jumat (26/5).

Menurut Idrus, verifikasi dan validasi data masih terus dilakukan oleh timnya di lapangan untuk memastikan angka yang lebih akurat.

Pemko Pekanbaru memahami bahwa upaya penyelesaian harus segera dilakukan. Menurut Idrus, "Pemerintah nantinya akan membuat suatu kegiatan yang berdampak untuk mengeluarkan warga tersebut dari kemiskinan ekstrim."

Kegiatan tersebut bisa berupa penyuluhan atau pembekalan keterampilan, yang diharapkan mampu membantu mereka keluar dari kondisi sulit.

Saat ini, Dinsos Pekanbaru masih fokus pada validasi data di lapangan yang akan digunakan untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

"Mereka alami kemiskinan ekstrim bukan karena pandemi Covid-19 kemarin. Karena dasarnya, di setiap daerah itu kan ada miskin ada yang kaya. Dari yang miskin, itu ada lagi yang lebih miskin," ungkap Idrus.

Kepala Dinsos Kota Pekanbaru menambahkan bahwa pihaknya belum berencana untuk memberikan bantuan kepada ratusan KK yang alami kemiskinan ekstrim ini. Namun, bisa saja ada alokasi bantuan nantinya. Fokus saat ini adalah identifikasi dan validasi data, serta merancang strategi penyelesaian yang efektif dan berdampak. ***