PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Sebagai permulaan, ada empat (4) desa yang menjadi pilot project dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Pelalawan. Dalam penanganan karhutla ini, empat desa diikutsertakan dalam lomba penanganan karhutla yang digelar oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

"Selain sebagai pilot project, empat desa itu selama ini memang sangat rawan terjadinya karhutla," terang Manager CD PT RAPP, Lukman, pada GoRiau.com, Selasa (23/9/2014).

Dijelaskan Lukman, bahwa dalam lomba penanganan karhutla ini pada awalnya timbul saat terjadi kebakaran hebat di awal tahun 2014 ini. Dimana pada saat itu, Kabupaten Pelalawan dan di Riau umumnya terjadi karhutla sehingga saat itu diterapkan dengan status siaga darurat bencana.

"Saat itu, kita melihatnya sangat minimnya peran serta masyarakat dalam berpartisipasi untuk menangani kebakaran yang terjadi," ujarnya.

Atas dasar itu, sambungnya, pihak perusahaan ingin memberikan stimulan kepada masyarakat untuk ikut bersama-sama dalam mencegah karhutla, PT RAPP bekerjasama dengan Pemkab Pelalawan dan instansi terkait menggelar program Desa Peduli Api yang dilaksanakan di empat desa yang ada di Kabupaten Pelalawan.

"Empat desa yang menjadi pilot project itu diantaranya Desa Sering Kecamatan Pelalawan, Desa Teluk Meranti, Desa Teluk Binjai dan Desa Pulau Muda yang ada di Kecamatan Teluk Meranti," sebutnya.

Dalam program itu, masih kata Lukman, pihaknya sengaja menggelar dari bulan Juli sampai September. Alasan digelar pada bulan tersebut dikarenakan pada bulan-bulan itu kerap terjadi kebakaran hutan.

"Jadi jika dalam jangka waktu tiga bulan tersebut, tak terjadi kebakaran di empat desa maka kita akan berikan reward dengan kriteria bahwa dalam waktu Juli-September, tidak ada kebakaran maka desa itu diberikan hadiah berupa bantuan sosial infra struktur senilai 100 juta atau zero burning. Tapi jika dalam waktu tiga bulan itu terjadi kebakaran dengan luas kurang dari 1 hektare dan bisa ditangani dalam 1x24 jam, maka desa tersebut akan diberi reward berupa bantuan sosial sebesar Rp 50 juta," terang Lukman saat bersama Kasie Damkar BPBD Pelalawan, Asril, dan Manager Fire and aviation PT RAPP, Yuneldi.

Saat disinggung hasil sementara verifikasi di lapangan, Asril dari BPBD Pelalawan yang masuk menjadi tim verifikasi mengungkapkan bahwa hasil sementara verifikasi lapangan didapatkan hasil untuk di Desa Teluk Binjai terjadi kebakaran yang sudah melebihi dari kategori yang ditetapkan.

"Di Desa Pulau Muda yakni tepatnya di Tanjung Pandak, telah terjadi juga kebakaran yang menghabiskan lebih dari 1 hektare namun kurang dari 3 hektare. Dan di Desa Sering, terjadi juga kebakaran. Sedangkan di Desa Teluk Meranti, dari bulan yang ditetapkan untuk kategori program desa peduli api ini, hanya desa itu yang tak terjadi kebakaran," ungkapnya.

Asril menjelaskan bahwa program Desa Peduli Api yang ditaja oleh PT RAPP ini, bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pelalawan, Dinas Kehutanan Pelalawan dan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan.

Dari hasil evaluasi karhutla yang terjadi awal tahun 2014 ini, di Kabupaten Pelalawan sendiri ada 7 kecamatan yang rawan karhutla yakni Pangakalan Kerinci, Langgam, Pelalawan, Pangakalan Kuras, Bunut, Teluk Meranti dan Kuala Kampar.

"Dan untuk program ini, sebagai pilot project ya keempat desa itu. Karena itu, kami begitu apresiasi atas program yang ditaja oleh PT RAPP. Apalagi saat ini, kita telah membentuk Masyarakat Siaga Bencana, dimana anggotanya berjumlah 5 orang perdesa 3 orang perkecamatan," tutupnya.(***)