PANGKALANKERINCI - Sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam upaya konservasi gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus). Untuk kedua kalinya, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menggelar pelatihan Konservasi dan Mitigasi Konflik Gajah dengan Manusia.

Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah I, Munarto B.Sc SP, Selasa (26/4/2016), dalam pemaparannya mengatakan bahwa KSDA merupakan institusi yang memiliki kewenangan melakukan pengelolaan satwa liar.

"KSDA diberikan kewenangan untuk menyelamatkan satwa liar. Termasuk membuat berita acara kematian gajah mati," ungkapnya.

Lanjutnya, dalam melakukan tugasnya KSDA juga dibantu dari WWF, seperti halnya penanganan pada kasus kematian gajah. "85 persen penyebab, karena habitat dan areal jelajah gajah berada di luar kawasan konservasi keadaannya telah rusak," bebernya.

Pada kesempatan sama, Polhut Balai Besar BKSA, Muhammad Hendri mengatakan jika konflik antara manusia dengan gajah dapat ditekan. "Intinya, semua pihak berkomitmen menyelamatkan hewan yang dilindungi," ujarnya.

Muhammad Hendri juga mengapresiasi kepada PT RAPP atas komitmennya dalam usaha penyelamatan satwa satwa liar. "Komitmen semua pihak, perusahaan memperketat seluruh akses masuk ke habitat di areal konsesi," terangnya.

Dikatakan Perwakilan Manajemen PT RAPP, Maringan Valentin S, pelatihan yang dipusatkan di Estate Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau ini, akan digelar selama dua hari berturut-turut.

Dikatakannya, kegiatan yang digelar tersebut merupakan kebijakan serta bagian dari komitmen perusahaan. "Kita, perusahaan harus bermanfaat bagi negara, masyarakat dan lingkungan atau yang kita kenal 4C, good for community, good for country, good for company, dan good for climate. Oleh sebab itu kita lakukan pelatihan seperti ini," ujarnya.

Disebutkannya, pelatihan diikuti sebanyak 35 orang dari Sektor Langgam, Ukui, Teso, Baserah dan Mandau, ditambah 9 orang pawang gajah (Mahout) serta 3 Environment Head Office.

"Selain soal penanganan satwa, kita juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Kita berharap, gajah masih bisa dilihat oleh generasi mendatang," tandas Maringan.(***)