PEKANBARU - Kepala Kepolisian Daerah Riau, Brigjen Zulkarnain menegaskan agar seluruh komponen tidak mengusik-usik soal SARA, khususnya saat Pemilukada di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar, yang dihelat 2017 nanti.

Jika tidak, aparat penegak hukum siap memprosesnya sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), bila ditemukan potensi kericuhan, apalagi menyinggung soal SARA. Menurutnya, mengamankan proses Pemilukada adalah harga mati.

Baca Juga: Kapolda Tegaskan 3 Kasus Molotov Tidak Berkaitan dengan Pilkada

"Kita tahu Riau multi etnis, banyak suku, agama dan sebagainya. Mohon dijaga, jangan sampai potensi-potensi ini (kericuhan, red) terjadi. Apalagi soal SARA. Itu penting sekali," ungkap Kapolda Riau, Brigjen Zulkarnain, Senin (31/10/2016) siang.

Ini jadi penekanan khusus jenderal bintang satu tersebut bagi seluruh komponen masyarakat, terutama buat penyelenggara, Parpol hingga Timses. "Ini harus betul-betul disadari, pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan," jawabnya kepada GoRiau.com (GoNews Group).

Jika tetap ada atau terjadi, ia pun memberi signal, aparat penegak hukum siap mengambil tindakan tegas. "Kita himbau dulu lah, pakai cara preemtif dan edukatif. Kalau masih ada terjadi, kita punya SOP," kata dia.

"Kita ambil langkah, mudah-mudahan tidak ada kita (polisi, red) sampai menangkap, memproses, pihak-pihak yang dianggap merusuh, merusak sarana prasarana umum. Harga mati bagi saya untuk mengamankan Pemilukada," pertegasnya.

Selain itu, ia mewanti-wanti jajarannya agar tidak ikut-ikutan 'nyemplung' terkait perpolitikan. "Internal (kepolisian, red) harus netral," pungkas Zulkarnain. ***