
BENGKALIS - Pendistribusian BBM ke sejumlah stasiun APMS di Bengkalis untuk sementara dilakukan PT Pertamina Patra Niaga. Hal itu menyusul aksi mogok pemilik APMS akibat penurunan tarif transportasi mobil tanki secara sepihak oleh Pertamina Patra Niaga.
"Sifatnya sementara karena pemilik APMS masih mogok. Itu pun dalam jumlah terbatas," ujar Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Bengkalis, H Raja Arlingga kepada wartawan, Minggu (6/8/2016).
Sejauh ini sambung Arlingga, belum ada kepastian kapan mobil-mobil tanki milik APMS akan beroperasi. Pemilik APMS menunggu kepastian soal biaya transportasi. Rencananya, hari ini akan ada pertemuan di Jakarta antara PT Pertamina Patra Niaga dengan pengusaha APMS membahas masalah tersebut.
"Harapan kita ada win-win solution, karena masalah ini bukan hanya menyangkut pengusaha APMS, melainkan juga para tenaga kerja yang mereka tanggung," ujarnya.
PT Pertamina Patra Niaga menurut Arlingga bisa saja menghandle pendistribusian BBM ke Bengkalis. Namun, dengan tidak beroperasinya mobil tanki milik APMS akan menimbulkan permasalahan sosial. "Akan banyak tenaga kerja yang menganggur," katanya lagi.
Terpisah, salah seorang pengusaha APMS Hendri Sukamto Halim saat dihubungi mengatakan kalau pihaknya saat ini masih mogok. Dirinya menunggu pertemuan dengan Patra Niaga yang akan berlangsung Senin.
Sebelumnya diberitakan, dampak dari penurunan ongkos angkut BBM dari Dumai dan Sungai Pakning ke Pulau Bengkalis oleh PT Pertamina Patra Niaga membuat lima APMS yaitu UD Hendri Sukanto Halim, PD Surya Abadi Utama, PD Riau Petro Jaya, PT Riau Petro Gemilang dan CV Bahtera Sentosa Jaya sama sekali tidak mendistribusikan dan mengambil delivery order (DO) mereka.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bengkalis melalui Sekretaris Disperindag Alfakhrurrazy ketika ditanya mengaku ada enam APMS yang masih belum mendistribusikan BBM subsidi, karena penurunan ongkos oleh anak perusahaan Pertamina terhadap transportir BBM. Kalaupun ada APMS yang mendistribusikan BBM susbdisi kemarin, itu hanya menebus DO mereka sebelumnya.***