
SELATPANJANG – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau menanggapi keluhan sejumlah nelayan yang mengaku sulit mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi.
Ketua HNSI Kepulauan Meranti, Rony Samudera, menjelaskan bahwa ada sebagian nelayan Kepulauan Meranti yang berhasil mendapatkannya, namun dibatasi dua jeriken per bulan.
Menurutnya, keluhan tersebut datang sejak beberapa pekan terakhir, para nelayan mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar subsidi. Keluhan didominasi mereka yang melaut menggunakan BBM di atas harga nonsubsidi.
"Memang beberapa pekan terakhir hingga saat ini banyak nelayan yang melapor ke kami. Ada nelayan Kecamatan Pulau Merbau, Rangsang Pesisir, Rangsang, Tebingtinggi Timur dan Tasik Putri Puyu. Mereka mengeluh susah mendapat BBM solar dengan harga subsidi," ungkap Rony, Selasa (31/5/2022).
Walaupun demikian ia juga tidak menampik, juga terdapat nelayan mampu mendapatkan BBM solar dengan harga subsidi. Kebanyakan dari mereka berasal dari Kecamatan Tebingtinggi dan Tebingtinggi Barat. Namun sayang kuota mereka dibatasi oleh pihak terkait.
"Transaksi pembelian mereka dibatasi dua jeriken saja. Tidak boleh lebih dari itu. Sementara kebutuhan sebulan terkadang tidak kurang dari satu drum,” ujarnya.
"Parahnya tidak semua nelayan pula yang diberi akses untuk membeli," imbuhnya.
Untuk itu dalam waktu dekat pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari jalan keluar terhadap persoalan yang mengancam nasib para nelayan setempat.
"Dalam waktu dekat kami akan mengatur jadwal koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Paling tidak ada jalan keluar terhadap persoalan tersebut. Seperti DPRD, Disperindag, Perikanan Kabupaten Kepulauan Meranti. Termasuk Pertamina," pungkasnya.***