
PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Mulai menyusutnya banjir akibat meluapnya Sungai Kampar terus diantisipasi oleh Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan. Saat ini BPBD tengah melakukan lobi untuk mendapatkan bantuan dari BNPB. Bantuan yang saat ini diharapkan adalah logistik dan peralatan.
''Kita sedang melakukan lobi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana khususnya di Deputi Logistik dan Peralatan, agar mendapat bantuan untuk penanganan pasca banjir,'' ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan Raja Alkap, SH, MH, Kamis (29/11/2012) ''Kita memang kekurangan logistik, makanya minta bantuan ke Pemprov Riau dan pusat. Proposal pengajuan sudah dikirimkan dan saat ini sedang menunggu jawaban bantuan sambil mencarikan solusi lainnya,'' kata Raja Alkap,. Permohonan bantuan yang diajukan ke Deputi Logistik dan Peralatan, diantaranya tambahan gizi, lauk pauk, paket sandang, kids ware, family kids, peralatan dapur, selimut, kompor serba guna sebanyak 600 paket serta tikar 600 lembar.Selain itu imbuh mantan Camat Bandar Petalangan ini,pihaknya juga mengajukan permohonan bantuan tenda gulung sebanyak 350 paket, tenda pleton 10 unit, perahu karet beserta mesinnya 8 unit, kelambu sebanyak 250 lembar dan kantong mayat sebanyak 75 buah.‘’Kita berharap meski tidak keseluruhan, namun paling tidak separoh dari kebutuhan kita itu terpenuhi dan itu semua akan didistribusikan kepada masyarakat yang berada di sejumlah kecamatan,'' papar Raja Alkap sembari mengatakan berdasarkan rapat koordinasi dengan Sekdakab Pelalawan Drs H Zardewan Das, asisten dan SKPD terkait siang pihaknya mendapatkan bantuan 3 ton beras dari Pemprov Riau.‘''Alhamdulillah dalam rapat koordinasi yang baru saja selesai pihak Dinkesos menginformasikan Pelalawan mendapatkan bantuan 3 ton beras dan masih dalam perjalanan,'' paparnya.Masih menurut Raja Alkap, meluapnya Sungai Kampar yang hingga saat ini masih berlangsung meski sudah mulai surut, menyebabkan 8 kecamatan terendam banjir dengan total jumlah masyarakat yang terkena mencapai 6.459 Kepala Keluarga (KK) dengan korban meninggal 2 orang yang keduanya terjadi di Langgam.Lebih detil Kepala BPBD Pelalawan menjelaskan,Kecamatan Ukui sebanyak 74 KK, Pangkalan Kuras 110 KK, Pangkalan Kerinci 505 KK, Pelalawan 1.799 KK, Langgam 275 KK, Bandar Sei Kijang 52 KK, Teluk Meranti 2.294 KK dan Kecamatan Kerumutan 1.350 KK. Tak hanya permukiman warga yang terendam, tapi banjir yang sudah berlangsung lebih dua pecan juga perkebunan dan ternak warga menjadi korban. Kecamatan Langgam, Pelalawan, Pangkalan Kuras dan Bandar Seikijang. (kst)