
SIAK - Sebanyak 10 ribu bibit pohon Meranti ditanam di area konservasi PT Arara Abadi, kampung Rantau Bertuah Kecamatan Minas, Jumat (7/9/2018). Dan Bupati Siak, Drs H Syamsuar menjadi orang pertama yang melakukan penanaman pohon Meranti tersebut.
Syamsuar menegaskan penanaman pohon yang digagas oleh perusahaan besar itu jangan sampai disebut sebagai pencitraan semata. Perlu adanya evaluasi dalam setiap kegiatan penanaman pohon.
"Eksposnya luar biasa, tapi setelah dicari pohonnya ga ada yang hidup. Penanaman pohon ini jangan hanya pencitraan saja," kata Bupati Siak dua periode yang tiba di lokasi menggnakan heli.
Syamsuar kembali mengingatkan, agar kegiatan penanaman pohon ini berkelanjutan dalam pemeliharaannya. Perhatikan apakah cara menanamnya sudah benar, sehingga kelak dapat menjadi kenang-kenangan bagi anak cucu kita.
"Daerah ini bagian dari Giam Siak Kecil yang wilayahnya masuk Kabupaten Bengkalis. Kita tidak mau nama kita jelek di mata orang Jepang. Makanya kita tunjukan kepada jepang bahwa kita komit dalam penyelamatan lingkungan,"kata Syamsuar.
Selain itu juga, kata Syamsuar, selain menanam, perusahaan diharapkan membantu pemerintah daerah dalam mengawal, perusakan dan perambahan hutan sekaligus juga memperkaya kawasan konservasi yang juga terus mengalami kerusakan.
"Saya kesini tadi kebetulan mengunakan helly, di kawasan HTI ada kawasan konservasi, sangat senang saya kalau memang ada pengkayaan pohon, di kawasan konservasi yang disiapkan dalam HTI, "terang Syamsuar.
Syamsuar menginginkan perusahan yang telah berinvestasi di daerah Riau khususnya di kawasan konservasi seperti ini, sebaiknya menanam jenis pohon meranti. "Cobalah tunjukan kepada anak cucu kita yang akan datang, apakah kebijakan yang kita lakukan ini hutan tanaman industri terus berkelanjutan, walllahu alam bissawaf," tandasnya lagi.
Apalagi setiap pemimpin punya kebijakan yang berbeda. Kini tidak dibolehkan lagi menanam akasia di lahan gambut. Kawasan konservasi ini hendaknha dipelihara, agar nantinya ada tanda-tanda yang bisa dintunjukan oleh APP dan Sinar Mas grup.
Sementara itu Kepala BBKSDA Provinsi Riau Suharyono mengatakan, kegiatan ini wujud nyata yang dilakukan oleh korporasi. Dari Perusahaan privat Sektor, dalam rangka menjaga kawasan konservasi.
Kawasan konservasi tidak hanya di hutan konservasi tetapi berada pada hutan hutan produksi yang memang dijadikan sebagai tempat tempat konservasi.
"Dari 27 juta kawasan konservasi secara nasional, sudah 1 juta yang tergradasi. Yang rusak baik akibat perbuatan manusia dan juga bencana. Untuk itu saya memberikan apresiasi yang nyata kepada pihak perusahaan,"tuturnya. ***