
PEKANBARU, GORIAU.COM - Pengusaha Belanda memang berbeda dengan pengusaha dari Malaysia atau beberapa negara tetangga lainnya yang mengidolakan perkebunan sawit. Buktinya, setelah menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Riau, Belanda justru mengatakan akan mengincar perkebunan nipah di Kabupaten Kepulauan Meranti.
''Belanda tertarik untuk mengelola perkebunan nipah di Kepulauan Meranti. Mereka membutuhkan lahan sekitar 8.000 hektar,'' ujar Kepala Disbun Riau Zulher kepada wartawan, Kamis (14/2/2013).
Menurut Zulher, minat itu disambut gembira oleh Pemprov Riau karena jarang-jarangnya investor tertarik pada komoditi ini. Biasanya investor berebut-rebut membuat perkebunan kelapa sawit, tapi Belanda justru ingin kelola nipah.
''Ini kan luar biasa. Adanya investor yang berminat untuk kelola nipah maka akan ada variasi produk perkebunan di provinsi Roiau. Selama ini investor hanya tertarik dengan sawit dan kepala, tapi kali ini justru produk banyak tersebar di Riau namun belum dikelola dengan baik. Kita akan support mereka,'' ujar Zulher.
Support yang akan diberikan kepada investor Belanda ini nantinya, tambah Zulher, berupa kemudahan perizan dan akses ke kabupaten. ''Kita akan menjembatani mereka dengan Pemkab Kepulauan Meranti, karena soal lahan sudah masuk urusan Pemkab,'' ujarnya. (rdi)