
JAKARTA - Ombak Bono di Muara Sungai Kampar, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Indonesia merupakan objek wisata air yang tergolong fenomenal dan langka di dunia. Bono merupakan suatu fenomena alam akibat adanya pertemuan arus sungai menuju laut dan arus laut yang masuk ke sungai akibat pasang, namun tak semua orang bisa menikmatinya.
Apalagi saat Bono terbesar yang biasanya terjadi ketika musim penghujan dimana debit air Sungai Kampar cukup besar yaitu sekitar bulan November dan Desember. Karena pada saat musim hujan, akses jalan juga kadang terputus karena dilanda banjir.
''Minimnya infrastruktur menuju kawasan wisata Bono di Kecamatan Teluk Meranti, menjadi persoalan bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pelalawan untuk memajukan wisata di daerah ini,'' ujar Bupati Pelalawan, HM Harris saat ekspose objek wisata Bono dalam rapat koordinasi DPD RI bersama Kementrian PUPR, Kementrian Pariwisata, Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten/Kota se Provinsi Riau, Kamis (15/12/2016).
Dikatakannya, pembangunan infrastruktur jalan menuju kawasan wisata Bono sepanjang 132 KM diharapkan dapat dukungan dari kementrian.
''Kementrian PUPR diharapkan dapat mendukung sepenuhnya pembangunan jalan menuju kawasan wisata Bono,'' terang Bupati Harris.
Karena keterbatasan infrastruktur jalan ini pula akhirnya wisata bono kalah bersaing dengan wisata sejenis dari daerah lain. ***